Connect With Us

Sabu dan Ketamine Rp4 Miliar Dimusnahkan di Bandara

| Rabu, 20 Oktober 2010 | 16:54

Pemusnahan barang bukti narkotika di bandara. (tangerangnews / rangga)

TANGERANGNEWS-Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2.035 gram dan khetamine 1.954 gram, Rabu (20/10).
 
Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari pengungkapan tiga kasus penyelundupan narkotika melalui Bandara Internasional Soetta. Pemusnahan dilakukan oleh petugas Puslabfor dari Mabes Polri di halaman Mapolres Bandara Soetta, disaksikan langsung oleh petugas Polres Metro dan Kantor Bea dan Cukai serta petugas dari Kejaksaan, Pengadilan dan pihak PT Angkasa Pura II.
 
Paket narkotika seberat sekitar 3 kg dengan nilai estimasi Rp 4 miliar itu dihancurkan dengan menggunakan mesin blender yang dicampur air. Kemudian dilarutkan dengan cairan kimia HCL lalu dibuang ke dalam lubang tanah.
 
Barang bukti sabu ini merupakan hasil sitaan dari tiga kasus yang berhasil terungkap Polres Bandara Soetta. Dari tiga kasus tersebut, pertama sabu dengan berat 2.050 gram diamankan dari tersangka SP ,27, warga Thailand, dan shabu 40 gram dari tersangka WNI inisial PO ,44. Selain itu juga Ketamine berupa paket tidak bertuan dari Bombay, India beratnya 1.984 gram yang ditemukan di kargo Bandara tersebut.
 
Wakapolres Metro Bandara AKBP Tantan Sulistyana menjelaskan, pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan UU 35/2009 Pasal 91 ayat 2 tentang narkotika.
 
“Pemusnahan alat bukti narkotika ini sudah sudah yang ke enam kalinya pada tahun 2010 ini dan menurut UU telah memempunyai kekuatan hukum tetap,” ungkapnya.
 
Menurutnya, kasus narkoba merupakan kejahatan yang meresahkan dan dapat merusak masyarakat. Untuk itu, Tantan berharap agar seluruh instansi hukum terkait di wilayah Bandara Soekarno Hatta dapat bersinergi dan bekerja sama untuk menangani kasus penyelundupan narkoba.
 
“Diharapkan agar semua pihak melakukan penanganan serius dan eksistensinya dalam pengungkapan kasus narkoba,” kata Tantan.(rangga)
 

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill