Connect With Us

WN Taiwan Ditangkap Bawa Ketamine Rp1 Miliar

| Senin, 28 Februari 2011 | 16:34

WN Taiwan, Yang CK ditangkap petugas Bea dan Cukai. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS-Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang larangan dan pembatasan berupa kristal bening yang diduga ketamine sebanyak 1044 gram yg dibawa oleh  seorang penumpang laki2 naik pesawat Cathay Pasific (CX-777) dari Hongkong (HK) tujuan Jakarta (CGK).

" Pelaku bernama bernama Yang CK (42) menyelundupkan ketamine disimpan di dalam dinding koper (false concealment).," ujar Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan, Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo saat dihubungi Senin (28/02/2011).

Jika diestimasikan kedalam rupiah, Ketamine tersebut bernilai Rp1 miliar. "Tersangka akan membawa ketamine ini di sebuah hotel di Jakarta, namun tersangka tidak menyebut hotelnya. Kini tersangka dan BB akan  diserahkan ke Polres Bandara," terangnya.

‎ ?Pelaku akan dijerat dngan UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp1,5 miliar.(DIRA DERBY)

OPINI
Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34

Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill