Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com- Lion Group memberikan penawaran menarik untuk masyarakat yang merencanakan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Melalui penyesuaian harga tiket penerbangan domestik, maskapai ini berupaya mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk liburan, mudik, maupun perjalanan bisnis.
Penawaran harga spesial ini berlaku untuk beberapa rute domestik populer di Indonesia. Tiket dengan harga terbaru dapat dipesan dengan mudah melalui aplikasi BookCabin, yang dirancang untuk membantu calon penumpang mengatur perjalanan mereka dengan lebih praktis.
Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, penyesuaian harga tiket ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di periode Nataru.
"Memberikan peluang bagi lebih banyak orang untuk mengakses destinasi favorit di seluruh Indonesia dengan biaya yang terjangkau," ujar Danang dikutip dari Kontan, Rabu, 11 Desember 2024.
Beberapa rute yang mengalami penyesuaian harga tiket.
Selain itu, melalui aplikasi BookCabin, penumpang dapat memesan tiket, memilih jadwal, hingga check-in secara online, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih efisien.
"Diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan dan efisien bagi setiap penumpang selama periode Nataru," tutupnya.
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews