Connect With Us

Angkasa Pura II Cairkan Rp1,03 miliar Dana CSR

| Rabu, 20 Juli 2011 | 18:00

Program CSR Angkasa Pura II (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG
-PT Angkasa Pura (AP) II, pengelola Bandara Soekarno - Hatta, Rabu (20/7), menyerahkan bantuan permodalan kepada 45 warga sekitar bandara sebesar  Rp1,03 miliar.

"Bantuan modal itu kami berikan sebagai bentuk tindak lanjut dari putusan Menkeu tahun 2000, untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat," ucap Sudaryanto, General Manager PT AP II, Rabu (20/7).

Menurut Sudaryanto, dana corporate social responsibility (CSR) atau bantuan kemitraan yang disediakan pihaknya, tahun 2011 ini sebesar Rp 2,1 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi bantuan ekonomi mikro yang diselenggarakan warga sekitar bandara.

"Untuk tahap pertama kami cairkan bagi 45 orang sekitar bandara, baik warga Kota Tangerang maupun Kabupaten Tangerang. Bantuan ini berupa dana pinjaman bergulir. Mereka kami kenakan bunga sebesar enam persen per tahun,” kata Sudaryanto.

Dari Rp 1,03 miliar bantuan modal itu, terbagi menjadi Rp 538,5 juta bagi warga Kota Tangerang, dan Rp 497,5 juta bagi warga Kabupaten Tangerang. “Masing-masing kami berikan bantuan berkisar Rp 10 juta - Rp 50 juta,” ujarnya.

Menurut Sudaryanto, sejak tahun 2001 hongga 2010, sudah dikeluarkan dana kemitraan sebesar Rp 7,9 miliar, dengan perincian untuk warga Kabupaten Tangerang sebesar Rp 4,5 miliar, dan warga Kota Tangerang Rp 3,3 miliar. Sedangkan untuk dana bantuan ekonomi kecil telah disalurkan sebesar Rp 8,4 miliar untuk Kota Tangerang dan Rp 7,5 miliar untuk Kabupaten Tangerang.

Warga yang mendapat bantuan itu tampak senang, seperti yang diungkapkan Ismail dan Saidah, dua warga yang beruntung. "Saya ajukan Rp 50 juta, tapi direalisasikan Rp 15 juta. Ini bantuan yang kedua, yang pertama sudah dapat Rp 10 juta," ucap Saidah.

Menurut Saidah, modal kerja itu untuk menjalankan usaha sembakonya. "Cukup ringan suku bunganya, hanya enam persen per tahun. Kalau dengan bank 12 persen per tahun. Pinjaman itu bverjangka waktu dua tahun," ucapnya.

Ismail, warga Kampung Bayur Kali Rt 002 RW 04, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, mengaku mendapat Rp 15 hjuta, dari Rp 30 juta yang diajukan. Menurut Ismail, bantuan itu untuk mengembangkan usaha kelontongnya.

"Tidak mudah untuk mendapatkan bantuan ini, karena warga harus memiliki usaha dulu yang sudah jalan minimal satu tahun," ucapnya.(DRA)

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

NASIONAL
Benarkah Kendaraan Ban Gundul Bakal Kena Denda Rp250 Ribu? Begini Aturannya

Benarkah Kendaraan Ban Gundul Bakal Kena Denda Rp250 Ribu? Begini Aturannya

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:38

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membantah kabar yang ramai beredar di media sosial mengenai pemberlakuan aturan baru berupa denda Rp250 ribu dan ancaman kurungan satu bulan bagi pengendara sepeda motor yang menggunakan ban gundul.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill