Connect With Us

Bidik 10 Besar Dunia di 2029, Bandara Soetta Kebut Transformasi Lewat 3 Program Ini

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12

Taman vertikal di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Minggu 3 November 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029.

Target ambisius ini menjadi bagian dari upaya strategis penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas ekosistem kebandarudaraan nasional.

Saat ini, Bandara Soetta ercatat berada di peringkat 22 dalam daftar bandara terbaik dunia versi Skytrax.

Untuk mencapai target tersebut, InJourney Airports selaku pengelola bandara terus mempercepat transformasi melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk InJourney Holding dan Danantara Indonesia.

Transformasi ini berlandaskan pada tiga pilar utama yakni Premises (infrastruktur), People (pelayanan staf), dan Process (operasional berbasis ekosistem), dengan teknologi sebagai fungsi pendukung (enabler).

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan realisasi transformasi secara konkret adalah Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang diresmikan oleh Presiden RI pada 2025.

Lalu, dibukanya Terminal 1C pada tahun yang sama usai tuntas direvitalisasi, serta program beautifikasi yang membawa Terminal 3 meraih predikat Bintang 4 Skytrax.

“Pada 2026, program transformasi berlanjut melalui revitalisasi Terminal 1A untuk pelayanan lebih baik, fasilitas lebih lengkap, serta kapasitas penumpang yang jauh lebih banyak dari saat ini 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun,” ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.

Secara bersamaan, transformasi di Terminal 3 juga terus berjalan melalui lanjutan program beautifikasi fasad tenant area komersial di area keberangkatan, seating arrangement boarding gate, interior area check-in hingga seluruh fasilitas umum. 

Realisasi dari transformasi ini menjadi modal yang sangat kuat bagi Bandara Soekarno-Hatta untuk menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia.

Mohammad R. Pahlevi mengungkapkan transformasi Bandara Soekarno-Hatta kini dipercepat melalui 3 program peningkatan pengguna jasa bandara (airport experience) untuk mendukung tercapainya target 10 besar dunia.

“Bandara Soekarno-Hatta harus memiliki standar yang lebih tinggi lagi, karena itu kami menjalankan 3 program airport experience yakni Airport Revitalization & Beautification, Airport Transformation, dan Tactical Recommendation Follow Up,” jelasnya.

Program Airport Revitalization & Beautification bertujuan menghadirkan nuansa dan suasana yang lebih baik melalui revitalisasi area check in di seluruh terminal, variasi tata letak kursi tunggu di area boarding gate yang lebih segar, beautifikasi area boarding lounge, serta revitalisasi seluruh fasilitas umum termasuk lain toilet dan nursery.

Sementara itu, program Airport Transformation untuk peningkatan layanan melalui fasilitas dengan teknologi terkini dan layanan staf bandara berkelas dunia.

"Fasilitas yang disiapkan adalah self bag drop, bag tracking, penanganan bagasi yang lebih optimal, hingga biometrik guna memproses keberangkatan," terangnya.

Program ini juga akan menghadirkan integrasi antara aplikasi di smartphone dengan sistem penunjuk arah digital (digital wayfinding) yang ada di bandara untuk dengan cepat menunjukkan lokasi yang dibutuhkan pengguna jasa bandara.  

“Tidak hanya fasilitas dengan teknologi, tetapi pelayanan staf bandara berkelas dunia juga masuk dalam program Airport Transformation. Kami membentuk CX Academy bagi frontliner untuk dapat memberikan pelayanan terbaik,” papar Mohammad R. Pahlevi. 

Selanjutnya, program Tactical Recommendation Follow Up bertujuan untuk memenuhi rekomendasi dari Skytrax yang telah disampaikan secara verbal maupun melalui laporan audit tertulis.

Rekomendasi Skytrax yang tengah dipenuhi oleh InJourney Airports antara lain revitalisasi dan penambahan Flight Information Display System (FIDS), optimalisasi website bandara, serta perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana bandara.

“Program transformasi merupakan bagian dari upaya dalam menghadirkan airport experience kelas dunia. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi seluruh stakeholders, Bandara Soekarno-Hatta akan menembus 10 bandara terbaik dunia pada 2029,” ujar Mohammad R. Pahlevi. 

Adapun peringkat Bandara Soekarno-Hatta dalam daftar bandara terbaik dunia yang dirilis Skytrax terus meningkat dalam 3 tahun terakhir. Pada 2024, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi 28, kemudian pada 2025 naik ke posisi 25, dan pada 2026 di posisi 22. 

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

KOTA TANGERANG
Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di empat ruas jalan utama mulai Senin, 10 Agustus 2026.

SPORT
Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:59

Perhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill