Connect With Us

Minta Permeter Rp5 Juta, PT Angkasa Pura II Serahkan ke Provinsi Banten

| Selasa, 16 Oktober 2012 | 13:02

Design baru bandara Soekarno-Hatta. (tangerangnews / istimewa)

TANGERANG-Grand Design pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta tengah dalam pengerjaan yang ditargetkan akan selesai pada 2014 mendatang. Namun, beberapa kendala masih terjadi, salah satunya perluasan lahan untuk pembangunan Terminal 4 yang hingga kini belum dibebaskan lahannya.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Laurencius Manurung mengatakan, untuk pembangunan Terminal 3 memang tidak ada kendala. Namun, kapasitas Bandara ini harus terus dilakukan salah satunya dengan pembangunan terminal 4. “Kalau untuk terminal 3 saja, bisa dipastikan akan cepat berkembang Bandara ini, jumlah penumpangnya bisa kembali tak tertampung. Kita tidak ingin menargetkan jumlah penumpang hanya sekitar 65 juta pertahun, tetapi 85 juta pertahun,” ujarnya, Selasa (16/10).   

Untuk menambah kapasitas tersebut, tentunya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lanjut dia, harus segera dibangun terminal 4. Tetapi Laurencius menyatakan, hingga kini kendala yang ditemui adalah permasalahan pembebasan lahan.

Sebab, masyarakat yang akan terkena pembebasan masih mematok harga tanah mereka dengan tinggi, yakni mencapai Rp5 juta permeter persegi. Hal itu dibenarkan perwakilan warga H Syafri yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang.

Warga Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang itu mengatakan, masyarakat yang terkena rencana pembangunan perluasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta bukan ingin menghambat kepentingan tersebut. Tetapi, keinginan masyarakat pembebasan lahan mereka harus sesuai dengan perundag-undangan yang ada. “Kami rasa masyarakat akan senang kalau permeternya dihargai Rp5 juta,” teragnya.

Mendengar itu, Laurencius menjawab, keputusan mengenai harga diserahkan kepada tim yang dibetuk dari Pemerintah Provinsi Banten sesuai dengan aturan. “Sekda Provinsi Banten yang menjadi ketua tim-nya. Karena lahannya terbagi menjadi dua wilayah, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Didalam tim tersebut akan ada dari kami (PT Angkasa Pura II), dan dari Pemerintah Kota serta Kabupaten,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumya, Sekda Kabupaten Tangerang Hermansyah mengatakan, pengembangan Bandara Soekarno-Hatta kedepannya akan menyisakan kenangan buat warganya. Pasalnya, lima desa akan hilang terkena imbas rumah warga yang terkena pembebasan lahan. Adapun desa tersebut adalah Desa Bojong Renged, Desa Teluknaga, Desa Belimbing, Rawa Burung, Rawa Rengas.  

Menurut Hermansyah, PT Angkasa Pura II membutuhkan tanah seluas 850 hektare itu untuk melaksanakan pembangunan Terminal 4.  Dari lima desa itu, dikatakan Hermasnyah sekitar 2.000 rumah warga akan berpindah lokasi. 
 
Harapan Sekda, dengan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta kedepan, warga tidak menjadi penonton. Warga setempat, kata dia, harus diajak serta, kalau ada kesempatan kerja dahulukan dengan juga melihat kesiapan warga.

KOTA TANGERANG
Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Jumat, 6 November 2026 | 16:14

TANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill