Connect With Us

72 Trenggiling Hidup Gagal Diselundupakan lewat Bandara

| Jumat, 7 Desember 2012 | 14:54

Trenggiling. (tangerangnews / dira)

Reporter : Rangga A Zuliansyah

TANGERANG
-Untuk pertama kalinya, petugas kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan binatng trenggiling yang masih hidup. Adapun jumlah binatang bisa menjulurkan lidahnya untuk memakan serangga atau semut itu yang berhasil digagalkan sebanyak 72 ekor. Untuk mengelabui petugas, trenggiling hidup itu disatukan dengan 30 koli kepiting.
 
Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Oza Olavia mengatakan, trenggiling itu akan di kirim ke Hongkong. “Ini pertama kali kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan trenggiling yang masih hidup,” ujar Oza, Jumat (7/12).
 
Trenggiling tersebut akan diselundupkan ke Hongkong melalui kargo bandara dengan pesawat China Airlines No CI-680, pada Kamis (6/12). Eksportir barang tersebut diketahi berinisial Mr. H, sedangkan penerima barang adalah sebuah perusahaan sea food and fruit di Hongkong.

"Barang tersebut dikemas dalam kotak sterofoam. Saat barang tersebut berada di kargo, petugas mencurigainya dan langsung melakukan pemeriksaan fisik. Ternyata isinya kepiting dan trenggiling yang totalnya seberat 1000 Kg," ujarnya Jumat (8/12).

Ia menambahkan, trenggiling banyak dimanfaatkan dagingnya untuk menambah stamina, sementara kulitnya untuk bahan kosmetik. Harga dagingnya diperkirakan mencapai Rp 3 juta per Kilogram. "Nilai estimasi 72 ekor trenggiling selundupan ini sebesar Rp 460 juta," kata Oza.

Menurut Oza, pihaknya belum menangkap ekspor eksportir barang tersebut. Saat ini, kata dia, Kantor Bea Cukai tengah melakukan pengembangan. "Kita masih kembangkan, dari mana assal barang ini dan siapa pembuat dokumennya. Untuk saat ini, kita akan serahkan barang bukti ke BKSDA," ujarnya.

Trenggiling yang kini masuk dalam habitat yang dilindungi itu, menjadi incaran para pedagang hewan liar. Salah satu keistimewaannya, daging trenggiling menurut Oza bisa untuk meningkatkan vitalitas dalam berhubungan seks.  Itulah yang membuat harga daging trenggiling memiliki nilai tinggi.

“Satu sisiknya bisa dijual denga harga sekitar 6 U$D. Saat ini kita masih dalami darimana eksportir ini mendapat trenggiling, karena trenggiling ini hanya bisa didapatkan di Asia Tenggara,” ujar Oza.
 
Sementara Kasie Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta Trustadi mengatakan, trenggiling hidup yang dilimpahkan dari Kantor Bea Cukai nantinya akan ditindaklanjuti apakah akan dilepas ke habitatnya atau dititipkan ke lembaga konservasi. "Hewan trenggiling ini termasuk satwa yang dilindungi pemerintah. Menjualbelikannya tanpa izin merupakan tindakan pelanggaran hukum," ujarnya.

Satwa tenggiling dilindungi UU No. 7/1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, sehingga pelaku dinilai melanggar UU No. 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. "Pelaku bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta," kata Trustadi.
 
HIBURAN
Gelar Saturdate Pound, Paramount Petals Hadirkan Akhir Pekan Seru Berbalut Olahraga hingga Wisata Kuliner

Gelar Saturdate Pound, Paramount Petals Hadirkan Akhir Pekan Seru Berbalut Olahraga hingga Wisata Kuliner

Senin, 22 Juni 2026 | 14:03

Paramount Petals kembali menghadirkan beragam aktivitas akhir pekan yang dapat dinikmati seluruh keluarga melalui rangkaian kegiatan olahraga, hiburan, dan kuliner.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill