Connect With Us

Musda Arebi, Banten Bakal Jadi Pusat Bisnis Properti

Denny Bagus Irawan | Senin, 24 November 2014 | 18:59

Musda Arebi, Banten Bakal Jadi Pusat Bisnis Properti (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANG-Musyawarah daerah (Musda) Asosiasi Realestate Broker Indonesia (Arebi) DPD Provinsi Banten digelar Senin (24/11) di The Springs Club, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Dalam musda tersebut,diisi talkshow tentang tantangan kedepan dalam menjadi agen property. Dalam acara tersebut juga Arebi mengundang serta para developer besar yang ada di Banten.

Ketua DPD Arebi Banten Nurul Yaqin sebelum  demisioner mengatakan, dalam talkshow yang mendatangkan Muchtar Riyadi sebagai tokoh dalam bisnis properti itu bertujuan untuk keingin tahuan bagaimana  property outlook masing-masing developer.
Selain itu juga  untuk menyikapi atas akan adanya masyarakat ekonomi asean (MEA) yang akan diberlakukan pada 2015 besok.

“Jadi lebih pada pendekatan, apa saja yang kurang dari kami ini sebagai agen. Sebab, kami tahu 2015 besok akan ada MEA atau AFTA, kita harus memiliki kemampuan, mengupgradenya, karena yang paling menarik kita akan bersaing dengan agen dari luar,” ujar Nurul yang juga Presiden Director Ben Hokk atau PT Multi Hokkindo Addji disela acara tersebut.   

Dia mengatakan, agen di sini harus bisa menempatkan diri mereka akan berada di kelas mana. Jika dirasa masih memiliki keterbatasan, segera lakukan perbaikan sistem dan netrworking. Sebab, kedepan tidak bisa hanya menjadi penjual saja, seorang penjual harus juga bisa menjadi konsultan juga.  

“Bahkan mereka harus bisa menguide pengusaha untuk mengembangkan project property,  “ terangnya.  

Pada perusahan Ben Hokk,  secara company pihaknya sudah melakukan persiapan  menghadapi MEA dan AFTA sejak beberapa tahun lalu. Bahkan pihaknya telah lebih dahulu bekerjasama dengan property agent Keller Wiliams.   

“Dari sistem ini sudah terbukti di Amerika, bagaimana mengupdate sistem perusahaan kita. Meningkatkan kemampuan , bagaimana konsep development , dan ini sudah berjalan, semester dua ini kita sudah mulai. Bahkan sudah menggunakan bahasa Inggris, seluruh lini kita persiapkan,” katanya.

Dengan menggelar talkshow ini, harapan ketua baru bisa menginventarisir khususnya masalah persaingan dengan luar. Karena mereka punya networking yang bagus.

“Saya pikir daerah di sini adalah kelas menengah atau medium, kelas ini yang diburu oleh pasar luar negeri. Produknya kelas menengah, skilnya pun skil menengah. Banten akan tetap jadi pilihan utama, karena banten ini 2030 akan menjadi daerah metropolitan, DKI bisa kalah, kan DKI  kecil,” katanya.

Kalau Banten  menurut dia, masih fleksibel tidak terlalu rigit dalam aturan, konsep pengembangn juga di Banten sangat luar biasa.  Multi aspek, selain ada Bandara Internasional, jalur kereta, Tol, industri,  wisata, ada jalur hubungan antara Jawa dan Sumatera.

“Dan menghubungkan DKI dan Banten plus ibu kota Negara.  Jadi yang paling menarik memang sampai kapan pun Banten akan menjadi tempat komunitas bisnis yang colorful,” terangnya.
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill