Connect With Us

Pengangguran di Tangerang Terbanyak di Banten, Irgan Sarankan ini

Mohamad Romli | Minggu, 18 November 2018 | 19:00

Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chaerul Mahfidz saat menjadi narasumber di acara Sosialisasi dan Pengembangan Lini Lapangan di Kampung KB Bersama Mitra Tahun 2018 di Kecamatan Balaraja, Sabtu (17/11/2018). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat jumlah pengangguran di Kabupaten Tangerang tertinggi di Banten. Berdasarkan data BPS itu, jumlah pengangguran di kota yang dikenal 1001 industri ini mencapai 165 ribu orang.

Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chaerul Mahfidz menilai, Kabupaten Tangerang menjadi magnet bagi para pencari kerja (pencaker), baik dari Banten maupun provinsi lainnya. Sehingga, wilayah yang dipimpin Bupati Ahmed Zaki Iskandar ini, menghadapi masalah kependudukan yang cukup pelik.

"Pencari kerja akan terus berdatangan ke wilayah Tangerang, karena daerah ini dianggap cukup menjanjikan mencari pekerjaan. Sementara, tak sedikit warga Tangerang sendiri yang tidak bekerja," ungkapnya kepada awak media usai menjadi narasumber Sosialisasi dan Pengembangan Lini Lapangan di Kampung KB Bersama Mitra Tahun 2018 di Kecamatan Balaraja, Sabtu (17/11/2018).

Irgan menambahkan, dibutuhkan skema program khusus untuk mengatasi masalah pengangguran. Ia menyebut, bahwa sektor industri masih menjadi primadona bagi para pencari kerja yang sebagian besar lulusan SMA dan SMK itu. 

Sektor industri, lanjut Irgan, menjadi tujuan pencari kerja karena lulusan SMA dan SMK belum memiliki keterampilan khusus. Sehingga mereka tidak memiliki pilihan lain untuk mencari pekerjaan.

"Ini problem yang terus berulang, karena mereka (pencaker) tidak memiliki keterampilan khusus. Akhirnya hanya sektor industri dan jasa yang menjadi targetnya," tambahnya.

Irgan membeberkan, skema kebijakan yang perlu didorong oleh Pemkab Tangerang saat ini adalah menggalakkan pendidikan vokasi, yaitu sistem pendidikan yang mempunyai misi mempersiapkan generasi siap kerja dan profesional. 

Pendidikan vokasi, kata Irgan, saat ini terbagi menjadi dua, yaitu pendidikan menengah kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi.

"Setidaknya, para lulusan SMK maupun diploma jalur vokasi ini memiliki keterampilan khusus. Namun juga harus disingkronkan dengan pasar kerja, artinya keterampilan yang diberikan sesuai kebutuhan industri," bebernya.

Ia juga tidak menyangkal, jika lulusan SMK masih terkendala mendapatkan pekerjaan. Hal ini karena menurutnya keterampilan yang dimiliki tidak sesuai kebutuhan di lapangan kerja.

Selain itu, Irgan juga menyarankan Pemkab Tangerang meningkatkan kualitas dan kuantitas program di Balai Latihan Kerja (BLK). Ia mengharapkan, BLK menjadi salah satu solusi untuk menekan jumlah pengangguran karena membekali warga dengan keterampilan berwirausaha.

Ditambahkannya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi skala prioritas. Karena, kompetisi di pasar kerja semakin ketat, sehingga generasi muda harus dipersiapkan berkompetisi dengan bekal keterampilan dan kemampuan yang mumpuni.

Ia menyebut, program Kampung KB salah satunya ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sehingga program tersebut bukan hanya digawangi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melainkan semua sektor pemerintahan.

"Contohnya, untuk menekan jumlah pengangguran, kita perlu menyediakan program untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Bagaimana programnya? bisa berbagai pendekatan. Sehingga, ketika masyarakat tidak terserap di sektor formal, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan dari sektor lainnya. Nah, salah satu tujuan Kampung KB demikian," paparnya.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi berada di Banten mencapai 8,52 persen. Jumlah Pengangguran terbanyak di Kabupaten Tangerang, yaitu sebanyak 165 

ribu orang. Namun dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tertinggi adalah di Kabupaten Serang yaitu sebesar 12,78 persen.(MRI/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Rabu, 2 September 2026 | 13:41

Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.

TOKOH
Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:54

Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill