Connect With Us

HUT Kabupaten Tangerang ke-74, Gubernur Banten Harap Pengangguran Diperhatikan

Mohamad Romli | Rabu, 27 Desember 2017 | 12:00

Gubernur Banten, Wahidin Halim, usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Tangerang dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Tangerang ke-74 di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (27/12/2017). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten, Wahidin Halim berharap persoalan pengangguran di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu isu yang diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Tangerang. 

Hal itu diungkapkan Wahidin usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Tangerang dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Tangerang ke-74 di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Rabu (27/12/2017).

BACA JUGA:

Saat ini Banten menghadapi tantangan besar dengan tingginya angka pengangguran. Bahkan, menurut dia,  prosentase pengangguran tersebut berada diatas rata-rata nasional.

Hal ini dipicu karena saat ini Banten sudah memasuki fase bonus demografi, dimana dari 12,4 juta penduduk Banten pada tahun 2017, 68,53% adalah penduduk di median usia 15-64 tahun atau usia produktif yang membutuhkan lapangan kerja. Sebagian besar usia produktif itu tersebar di Kabupaten Tangerang.

"Peningkatan kualitas pendidikan yang harus diperhatikan, menciptakan generasi yang memiliki daya saing yang menguasai teknologi," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, ledakan jumlah pengangguran dipicu juga banyaknya industri padat karya yang merelokasi pabriknya keluar dari Banten, khususnya dari Kabupaten Tangerang ke daerah lain. 

Sektor industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja itu memilih lokasi yang lebih rendah biaya produksi, diantaranya terkait upah buruh.

"Posisi industrialisasi saat ini tengah jenuh, terutama industri padat karya, mereka mulai eksodus dari Tangerang ke daerah Jawa Tengah, karena disana relatif lebih murah," tambahnya.

Sementara Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan tingginya jumlah pengangguran di Kabupaten Tangerang karena merupakan wilayah urban yang menjadi tujuan penduduk dari luar daerah mencari pekerjaan. Hal ini memicu terus meningkatnya prosentase pengangguran di daerah yang dijuluki kota 1001 industri ini.

"Tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana para pendatang ini dapat terserap di lapangan kerja," ungkapnya.

Ditegaskannya, soal tingginya jumlah pengangguran bukan hanya dialami Kabupaten Tangerang. Namun juga wilayah lain disekitar Jabodetabek, karena daerah penyangga ibukota Jakarta ini menjadi tujuan urbanisasi.

"Daerah seperti Bekasi, Depok, selalu menjadi daerah yang angka penganggurannya tinggi, karena factor urban," tukasnya.(DBI/RGI)

KOTA TANGERANG
Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Pokja WHTR Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan 2026 dengan Santunan Anak Yatim

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:53

Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti sekretariat Pokja WHTR di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 38A, Babakan, Kota Tangerang, dalam puncak rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H yang ditandai dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim

PROPERTI
Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Selasa, 3 Maret 2026 | 16:06

Tren hunian compact dan konsep rumah tumbuh semakin digandrungi di wilayah Tangerang. Merespons antusiasme pasar yang luar biasa, PT Summarecon Agung Tbk melalui unit bisnis terbarunya, Summarecon Tangerang, resmi meluncurkan Rona Homes Tahap 2.

TANGSEL
Dituduh Lecehkan Penumpang KRL, Dosen Unpam Balik Laporkan Korban ke Polisi

Dituduh Lecehkan Penumpang KRL, Dosen Unpam Balik Laporkan Korban ke Polisi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:00

Kasus dugaan pelecehan seksual di Kereta Commuter Line (KRL) rute Jakarta Kota-Nambo berbuntut panjang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill