Connect With Us

Pasca Tsunami, Banser Tangerang Bersihkan Makam Syekh Asnawi Caringin

Mohamad Romli | Rabu, 26 Desember 2018 | 17:06

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang membersihkan puing-puing sampah di area kompleks pemakaman Syekh Asnawi Caringin di dekat pantai Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Lebak. (TangerangNews/2018 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Musibah tsunami yang memporak-porandakan bangunan serta menyebabkan ratusan orang meninggal dan luka-luka di wilayah pesisir Kabupaten Serang dan Pandeglang juga membuat membuat makam Syekh Asnawi Caringin turut terdampak.

Halaman kompleks pemakaman yang terletak persis di dekat pantai Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Lebak itu dikatakan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang Muhidin A. Kodir, kondisinya dipenuhi oleh sampah yang terbawa oleh air laut yang naik ke daratan tersebut.

"Namun Alhamdulilah, kondisi bangunan makam tetap utuh, hanya air saja yang masuk ke dalam area makam, serta sampah yang berserakan di depan are kompleks pemakaman," ungkapnya, Rabu (26/12/2018).

ansor

Sampah yang berserakan itu, lanjut Muhidin, telah dibersihkan oleh anggota Banser Kabupaten Tangerang yang kemarin diberangkatkan sebagai relawan tanggap bencana pasca terjadinya tsunami pada Sabtu (22/12/2018) itu. Sekitar 70 orang relawan yang terjun ke lokasi bencana di Pandeglang itu, usai melakukan aksi kemanusiaan, kemudian bergerak ke kompleks pemakaman ulama yang memiliki nama lengkap Syekh Asnawi bin Abdurrahman al-Bantani tersebut.

"Saat kami tiba, sampah berserakan di depan kompleks pemakaman, area di dalam juga tergenang air. Sekarang kondisinya sudah bersih, sampah sudah kami bersihkan, demikian juga area dalam kompleks makam," tambahnya.

Aksi Banser ini pun, kata Muhidin sangat diapresiasi warga setempat. Pasalnya, warga di perkampungan itu sebagian besar masih mengungsi ke dataran lebih tinggi mengantisipasi terjadinya tsunami susulan.

"Hanya ada beberapa orang warga yang menjaga kampung, sebagian masih mengungsi. Namun saat kami tiba di lokasi, sebagian dari warga sudah berani pulang ke rumahnya. Mereka kemudian meminta kami membangun posko di Kampung Caringin serta mendirikan dapur umum disana," bebernya.

Permintaan warga tersebut pun, terang Muhidin, langsung direalisasikan oleh pihaknya. 

Diketahui, Syekh Asnawi Caringin adalah ulama kharismatik Banten yang lahir lahir di Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pendeglang sekitar tahun 1850 serta wafat tahun 1937.

Selain mengajarkan ilmu agama, Syekh Asnawi juga terkenal semangatnya yang menggebu dalam melawan penjajah. Ia mengobarkan semangat pemuda untuk melawan dan menentang kolonialisme Belanda. Apalagi, saat itu seluruh wilayah Banten berhasil dikuasai penjajah. Bahkan, tak hanya mengobarkan semangat kemerdekaan lewat lisan, tapi juga aksi. Syekh Asnawi juga dikenal memiliki ilmu bela diri yang sakti.

Syekh Asnawi yang tangguh dan berhasil mengajak pemuda untuk melawan penjajah pun menjadi ancaman bagi Belanda. Apalagi, Banten dikenal sebagai tempat lahirnya para ‘pemberontak’ Belanda, bukan hanya dari kalangan rakyat biasa, melainkan juga dari kalangan ulama. Alhasil, Syekh Nawawi pernah ditahan oleh penjajah di Tanah Abang serta diasingkan ke Cianjur. Ia dihukum lebih dari setahun dengan tuduhan melakukan pemberontakan. Namun, selama ditahan dan diasingkan, Syekh Nawawi tetap aktif menyampaikan dakwah Islam. Ia mengajarkan syariat Islam kepada masyarakat sekitar di manapun ia berada.

Syekh Nawawi dimakamkan di dekat masjid yang ia bangun, Masjid Caringin. Hingga kini, banyak masyarakat baik dari Banten maupun dari luar Banten yang rajin berziarah ke makamnya.(RMI/HRU)

HIBURAN
6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:14

Sebanyak 6.700 pelari meramaikan Gemilang KORPRI Night Run 2026 di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 10 Oktober 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill