Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com-Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Cilegon mengalami peningkatan. Dua PDP sembuh dan tujuh orang meninggal.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon per Selasa (14/4/2020) pukul 16.00 WIB menunjukkan ODP berjumlah 404 dan PDP 11 orang. PDP meninggal dan dua orang dinyatakan sembuh.
Tujuh PDP meninggal terjadi selama sepekan terakhir. Kasus pertama PDP meninggal pada Selasa pekan lalu. Mayoritas PDP meninggal dengan penyakit utama mulai dari stroke hinggal diabetes.
"Mayoritas penyakit PTM (penyakit tidak menular): stroke, gagal ginjal, darah tinggi, kencing manis. Kalau enggak salah ada yang kanker," kata Kadinkes Cilegon, Arriadna kepada wartawan, Rabu (15/4/2020).
Arriadna mengatakan, mayoritas PDP meninggal berusia di atas 50 tahun. Mereka saat dirujuk ke rumah sakit dengan indikasi terinfeksi COVID-19 dalam kondisi kesehatan yang buruk.
"Tapi semua yang datang dalam kondisi buruk," ujarnya.
Pihaknya mengingatkan kepada warga Cilegon agar selalu menaati protokol kesehatan dan jaga jarak aman saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Lebih baik lagi, kata dia, warga diimbau agar tetap di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.(RMI/HRU)
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGPelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu seberat 8.369 gram (8,3 kilogram) melalui paket kiriman.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews