Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TANGERANGNEWS.com- Uang di dalam mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank BRI sebesar Rp 304 juta yang berada di sebuah minimarket di Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Kamis 16 September 2021, dibobol maling.
Kepolisian Resort Serang Kota sejauh ini masih menyelidiki dugaan pembobolan. Kapolsek Serang Kompol Bambang Wibisono mengatakan kasus tersebut pertama kali diketahui oleh pegawai minimarket yang sedang membuka toko yang dikagetkan dengan kondisi mesin ATM milik Bank BUMN itu terbuka dan uangnya tidak ada.
"Awal diketahui oleh penjaga toko yang membuka tokonya. Mereka kaget mesin ATM sudah dibobol dan melapor ke polisi," kata Bambang seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia, analisa sementara kepolisian diduga maling naik ke atap minimarket menggunakan tangga, kemudian menjebol internit. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa berbagai saksi.
"Kasus ini selanjutnya ditangani oleh Satreskrim Polres Serang Kota. Langkah kepolisian sudah dilakukan di tempat kejadian perkara," ujar Bambang.
Lebih jauh Bambang menjelaskan, peristiwa dugaan pencurian itu diketahui pekerja minimarket sekitar pukul 06.30 WIB. Kemudian personil Polsek Serang datang ke lokasi kejadian.
Anggota polisi melakukan olah TKP dan menemukan beberapa bukti, seperti atap yang berlubang karena dijebol dengan las, kemudian internit yang jebol hingga adanya tabung oksigen dan tabung gas LPG 3 kg yang tertinggal di lokasi kejadian.
"Atap minimarket dilubangi seperti di las, internit jebol, mesin ATM seperti bekas di las, tabung oksigen warna putih dan tabung gas LPG 3 kg ada di lokasi kejadian," terang Bambang.
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TODAY TAGBagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews