Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANGNEWS.com-Tokoh Kabupaten Tangerang Komarudin mengajak seluruh warga Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Daerah Provinsi Banten untuk senantiasa menebar manfaat kepada masyarakat.
Dalam acara Pelantikan Warga Purwa di Padepokan Wiro Yudo Wicaksono, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Minggu 12 Februari 2023, ia berpesan agar warga purwa setia melaksanakan sumpah Pancasetia yang menjadi pedoman prinsip padepokan tersebut.
"Tadi setelah mengucap sumpah tugas selanjutnya adalah melaksanakan sumpah itu, intinya bagaimana kita memberi nilai manfaat bagi kedua orang tua, bagi bangsa dan negara, bagi sesama manusia," katanya.
Komar menjelaskan, saat ini usia Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih-Pusat Magetan sudah hampir setengah abad, sejak didirikan tahun 1974 silam. Banyak hal telah diukir berikut tantangan dan hambatan yang dihadapi.
Namun hingga kini, perguruan tersebut tetap eksis serta diminati oleh masyarakat.
"Itu artinya keberadaannya dirasa bermanfaat oleh masyarakat. Maka nilai manfaat itu pula yang mesti terus kita nyatakan dalam sikap dan perilaku," tegasnya.
Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tangerang itu mengaku bangga berada di tengah keluarga besar warga purwa.
Sebagai pembina, dirinya turut mengemban tanggung jawab untuk bersama-sama memajukan perguruan.
"Acara ini mengingatkan saya pada peristiwa 32 tahun lalu, saat dikukuhkan sebagai warga purwa," ungkapnya.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut sebanyak 70 warga purwa dari sejumlah kabupaten/kota Provinsi Banten dilantik.
Turut hadir ketua dan pengurus pusat Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih, pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tangerang, perwakilan TNI dan Polri dan unsur Kamtibnas.
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGPetugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026
Sebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews