Connect With Us

Dosen Al Azhar Indonesia Ajari Santri di Lebak Banten Bikin Konten Medsos Berkualitas

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 9 Oktober 2023 | 00:27

Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan RupaJasaKita (Rujak) menggelar sosialisasi Jumpa Kreatif di Pesantren Jam’iyyatul Mubtadi Cibayawak, Lebak, Banten, Minggu 8 Oktober 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Mengembangkan bakat seni dan mendorong berpikir kreatif adalah bagian yang seharusnya melekat dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan, termasuk pesantren.

Sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi, sejumlah dosen komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan RupaJasaKita (Rujak), menggelar Sosialisasi Jumpa Kreatif di Pesantren Jam’iyyatul Mubtadi Cibayawak, Lebak, Banten.

Edoardo Irfan, pengajar Prodi Ilmu Komunikasi UAI mengatakan penggunaan teknologi informasi semakin tak terhindarkan. Kini para santri pondok pesantren juga bermain media sosial.

"Kami pikir, penting untuk berbagi dengan siswa dan juga guru-guru tentang seni teater, musik, dan isu-isu seputar creative thinking. Makanya kami ke sini," jelasnya.

Nazar Rizaldi dari Rujak menegaskan gagasan menggelar acara ini muncul dari perbincangan dengan kepala sekolah dan pengasuh Pesantren JMC terkait kebutuhan siswa, dalam pembekalan bermedia sosial dengan baik dan mengenal dasar-dasar seni teater, termasuk penulisan naskah.

"Jadi, para santri ini kan sudah sering mencoba bikin pementasan. Mereka juga membuat konten di media sosial meskipun hanya boleh memegang gawai seminggu sekali. Tapi selama ini, sedikit bahkan hampir tidak ada guru yang memiliki kemampuan cukup untuk mendampingi dan mengarahkan bagaimana membuat konten-konten berkualitas," kata Nazar.

Berlangsung pada 7-8 Oktober 2023, kegiatan yang didukung sejumlah pihak seperti iForte, Majalah Marketeers, Ganesha System, MalesMikirStore, CMSD, Duality Studio dan Joncrue ini, juga melibatkan komika dan host di kanal Youtube Joncrue, B’dul Malesmikir sebagai pemandu acara.

Hari pertama, panggung di komplek pesantren JMC diisi dengan pentas monolog, story telling, sketsa komedi, kasidah dan pembacaan puisi para santri.

Selepas itu, dua seniman pantomim (pantomimer) nasional Banon Gautama dan Jay W Saputro memimpin workshop singkat terkait pentas santri, sekaligus memberikan dasa-dasar teater, mulai dari filosofi hingga praktik-praktik sederhana, untuk mengembangkan keberanian mengeksplorasi kemampuan gerak, vokal dan rasa.

"Tidak mungkin mengajarkan banyak hal dalam waktu singkat. Jadi, kita menggunakan metode-metode permainan untuk menggali hasrat berkesenian, khususnya teater pantomim. Jadi langsung praktik, dan ini seru," kata Banon yang juga murid legenda pantomimer Septian Dwicahyo.

Menurut Banon dan kawan-kawan, kegiatan semacam ini harusnya dikenalkan di sekolah-sekolah juga pesantren, bukan hanya dalam konteks merangsang kemunculan bakat-bakat seni baru. 

"Semua jenis kecerdasan bisa diasah dalam aktivitas ini. Kalau harus menyebut misalnya kecerdasan bahasa, visual, musik, kinestetik atau gerak, bahkan intrapersonal dan interpersonal ada di sini," tambahnya.

 Selain workshop teater, tim Ilkom UAI dan Rujak juga menggelar diskusi dengan tim produksi media sosial SMP dan Aliyah JMC  dengan bahasan seputar produksi dan penulisan naskah.

Malam tiba, para siswa dan warga sekitar menyaksikan pentas pantomim Banon, Jay, dan musik retro dari Shaka Boy.

Shaka adalah kreator musik yang cukup unik, ia memanfaatkan alat permainan atau konsol genggam Game Boy yang populer era 1980 akhir dan 90-an.

"Senang sekali, terima kasih kepada teman-teman seniman dari Rujak, juga dosen-dosen dan mahasiswa Ilkom UAI. Santri-santri kami sangat membutuhkan ini, lebih dari sekadar hiburan, tapi terutama untuk mengembangkan bakat dan keberanian mereka. Kami, guru-guru juga ikut belajar, pastinya," kata Kiai Asep Badruttamam, Pimpinan Yayasan JMC. 

Kiai Asep juga berharap program seperti ini tidak hanya sekali diselenggarakan.

"Saya malah setuju kalausekolah atau pesantren-pesantren lain juga harusnya mendapat kesempatan ini. Idealnya sih, pemerintah memberikan support penuh," tukasnya.

 

 

 

 

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

HIBURAN
Swiss-BelHotel Airport Jakarta Rayakan 11 Tahun, Usung Semangat Tumbuh Bersama

Swiss-BelHotel Airport Jakarta Rayakan 11 Tahun, Usung Semangat Tumbuh Bersama

Kamis, 10 September 2026 | 17:43

Swiss-BelHotel Airport Jakarta memasuki usia ke-11 tahun. Momen tersebut dirayakan dengan mengangkat tema “Growing Stronger, Success Together” sebagai refleksi perjalanan hotel sekaligus semangat menyambut perkembangan di tahun-tahun berikutnya.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill