Connect With Us

Beban Listrik Pemilu 2024 di Banten Diprediksi Capai 3.711 MW, PLN Pastikan Pasokan Aman

Fahrul Dwi Putra | Senin, 12 Februari 2024 | 13:38

Persiapan PLN UID Banten dalam masa siaga puncak gelaran Pemilu 2024 . (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memastikan pasokan listrik selama puncak Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Provinsi Banten aman.

General Manager PLN UID Banten Abdul Mukhlis mengatakan, meski beban kelistrikan banyak dipakai dalam gelaran puncak Pemilu, pihaknya masih memiliki kapasitas cadangan daya sebesar 2.874 MW atau setara 43.6 persen.

"Secara keseluruhan daya mampu pasokan listrik PLN UID Banten sebesar 6.585 MW (megawatt) dan beban puncak selama Pemilu diprediksi 3.711 MW," ujar Mukhlis pada Senin, 12 Februari 2024.

Mukhlis menjelaskan, PLN UID Banten telah memberlakukan masa siaga sejak 11 hingga 18 Februari 2024.

Pihaknya pun telah menyiapkan 60 posko siaga yang tersebar di Provinsi Banten beserta 1.368 personel dengan dilengkapi 6 tim pelaksana Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Lanjut Mukhlis, terdapat beberapa titik lokasi siaga prioritas, diantaranya Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, pusat keramaian, dan lokasi pemilu atau tempat pemungutan suara (TPS).

Untuk itu, sejumlah peralatan pendukung juga disiapkan, yakni 5 unit mobil crane, 19 unit Uninterrutible Power Supply (UPS), 28 Unit Gardu Bergerak (UGB), 6 Unit Trafo Bergerak (UTB), 40 unit genset, 4 unit mobil deteksi, serta 27 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dia mengimbau agar masyarakat baik di rumah maupun di TPS dapat melapor melalui menu 'Pengaduan' dalam aplikasi PLN Mobile jika mengalami kendala kelistrikan.

"Petugas PLN akan dengan sigap membantu dan menyelesaikan permasalahan kelistrikan pelanggan sehingga Pemilu berjalan lancar," pungkasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill