Connect With Us

Perluas Ekspansi Bisnis, PLN Teken Kerja Sama dengan BUMN Asal Afrika

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 30 Januari 2024 | 10:43

PT PLN (Persero) menerima kunjungan TANESCO di Kantor Pusat PLN, Jumat, 26 Januari 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan perusahaan BUMN asal Tanzania, Afrika Timur, Tanzania Electric Supply Co Ltd (TANESCO) terkait bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan di Afrika.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk ekspansi bisnis PLN ke kancah internasional.

Terlebih, kedua perusahaan ini sudah beberapa kali melakukan kerja sama dalam meningkatkan kualitas sektor ketenagalistrikan.

Kerja sama tersebut telah berlangsung pada Agustus 2023 silam melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Dar es salaam, Tanzania. .

Salah satu tindak lanjut bentuk kerja sama tersebut ialah dalam sektor energi bersih khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP).

"PLN memiliki pengalaman dan success story yang dapat dibagikan dan diimplementasikan di Tanzania, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya manusia, transformasi dan digitalisasi di sektor ketenagalistrikan," ujar Darmawan saat menerima kunjungan TANESCO di Kantor Pusat PLN, Jumat, 26 Januari 2024.

Lebih lanjut, Darmawan memaparkan, terdapat empat ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara PLN dan TANESCO, diantaranya dukungan digitalisasi sesuai dengan kebutuhan di TANESCO.

"Seperti digitalisasi pembangkitan, digitalisasi distribusi, dan penggunaan Super App yang mengadopsi penerapan PLN Mobile," jelasnya.

Lalu, pengembangan utilitas core business di TANESCO yang mencakup Maintenance, Repair, and Operation (MRO) dan Kolaborasi co-investment.

Kemudian melakukan pengembangan utilitas non-core business di TANESCO seperti Power Quality Solutions dan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.

Terakhir, penyediaan Capacity Building dan pertukaran komprehensif melalui internship pegawai TANESCO ke PLN pada transformasi digital PLN dan sektor core business ketenagalistrikan.

Darmawan menegaskan, MoU antara PLN dan TANESCO akan berlangsung secara maksimal guna menghasilkan hubungan bilateral kedua negara selain dari sisi bisnis.

Dalam kunjungan tersebut, TANESCO bermaksud untuk mengadaptasi transformasi digital PLN sehingga target pengembangan akselerasi TANESCO mencapai produksi 10.000 MW di tahun 2025 dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebagai base load.

"Tujuannya adalah untuk menjajaki potensi kerja sama, dengan ketertarikan pada energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga panas bumi," kata Darmawan.

Sementara itu, Managing Director TANESCO Boniface Gissima Nyamo-Hanga menyebut kedua negara tengah bersama-sama mengejar target Net Zero Emissions (NZE).

Dikatakan Boniface, Tanzania memiliki target penambahan kapasitas pembangkit hingga 10.000 MW, namun masih kekurangan dalam pengembangan teknologi.

"Kami melihat PLN merupakan mitra yang sangat baik untuk mengembangkan teknologi terutama dalam transformasi digital dan pengembangan energi baru terbarukan," pungkas Boniface.

KAB. TANGERANG
Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam, Status Darurat Bencana Belum Dicabut

Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam, Status Darurat Bencana Belum Dicabut

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:27

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akhirnya padam, setelah petugas pemadam berjibaku memadamkan api selama 10 hari sejak Selasa 30 Juni 2026.

HIBURAN
Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:23

Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Nagita Slavina mengungkap, alasan di balik penurunan pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill