Connect With Us

Pj Gubernur Klaim Inflasi di Banten Terkendali

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 20 Mei 2024 | 17:58

Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengikuti rapat koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin 20 Mei 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan inflasi di Provinsi Banten terkendali. Selain itu, pasokan dan persediaan barang terjaga serta harga juga masih terjangkau oleh masyarakat. Hal itu menjadi tanda perekonomian masyarakat berjalan dengan baik.

“Secara umum, berdasarkan laporan kementerian dan lembaga terkait, beras ada kecenderungan turun. Termasuk juga di Provinsi Banten,” ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin 20 Mei 2024. 

Rapat dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tomsi Tohir.

“Beberapa komoditi yang masih perlu kita sikapi secara sungguh-sungguh seperti cabai dengan variannya, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih. Telur sudah cukup baik,” tambahnya.

Dikatakan Al Muktabar, untuk bawang merah pihaknya menguatkan hubungan antar daerah.

“Kabupaten Pandeglang yang termasuk tinggi, kita akan berkonsentrasi untuk mengambil langkah-langkah teknis. Begitu juga dengan Kota Serang dan Kota Cilegon,” jelas Al Muktabar.

Menurutnya, dalam pengendalian inflasi perlu konsentrasi mulai dari mingguan, bulanan yang pada akhirnya nanti year on year atau tahunan.

Ditegaskan, Pemprov Banten akan terus menggiatkan langkah-langkah seperti pasar murah, menanam dan lainnya. Sembilan langkah yang harus harus dilakukan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi adalah: 

Melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, melaksanakan rapat teknis tim pengendalian inflasi daerah, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, melaksanakan pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait.

Kemudian, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, merealisasikan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk dukungan pengendalian inflasi, lalu memberikan bantuan transportasi dari APBD.

“Untuk penggunaan BTT belum kita pergunakan karena dengan instrumen umum biasa kita masih melakukan langkah-langkah teknis,” jelas Al Muktabar.

Al Muktabar mengaku dirinya akan turun ke lapangan terkait perkembangan agenda tanam cabai di Kabupaten Serang, bawang merah di Kabupaten Pandeglang, serta sentra produksi lainnya. Termasuk mengecek ketersediaan barang di pasar-pasar tradisional. 

Dengan kondisi cuaca yang mendukung, seharusnya produksi komoditas pangan yang berkontribusi pada inflasi tidak terganggu. 

“Alam kita sangat mendukung. Nanti kita ke lapangan cek hambatan apa yang terjadi,”  jelasnya.

“Secara umum masyarakat masih berjalan dengan baik. Tidak ada kekurangan komoditi dan harga masih terjangkau oleh masyarakat. Menandakan rantai ekonomi berjalan dengan baik,” pungkas Al Muktabar.

Sementara, dalam Rapat Pimpinan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti memberi arahan kepada OPD terkait untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan pengendalian inflasi. 

Terutama dalam gerakan tanam, implementasi HPP gabah, pasokan beras, daging ayam, bawang putih, hingga bawang merah.

“Berpegang pada data ketika ke Kabupaten/Kota sehingga tepat sasaran,” ucapnya.

Dalam arahannya, Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir mengingatkan para kepala daerah untuk tidak tergantung pada rantai distribusi dari wilayah lain. 

Bagi yang daerahnya cocok untuk menanam, cabai dan bawang merah agar melakukan gerakan tanam.

“Bagi Kepala Daerah yang melihat daerahnya cocok dan masih bisa gerakan menanam agar dilaksanakan,” ujarnya.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill