Connect With Us

Baru Siap Dua, Pemprov Banten Minta Lokasi Sekolah Rakyat Ditambah

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 11 Juli 2025 | 20:32

Penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai Sementara Barang Milik Daerah dan Barang Milik Universitas dalam Rangka Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis 10 Juli 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi Banten mengajukan tambahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ke Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf.

Saat ini di Provinsi Banten baru dua Sekolah Rakyat yang sudah siap, yakni berada di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Lebak.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai Sementara Barang Milik Daerah dan Barang Milik Universitas dalam Rangka Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta Kamis 10 Juli 2025.

“Hari ini penandatanganan pinjam pakai untuk Sekolah Rakyat di Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan. Seluruh pemda di Banten sangat mendukung program Sekolah Rakyat. Program ini harus sukses dan didukung oleh segenap elemen,” ujarnya.

Dikatakan Dimyati, di Provinsi Banten kemungkinan akan ada beberapa lagi Sekolah Rakyat. Pihaknya sudah mengusulkan untuk dibangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, serta kota - kota lainnya.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud. Program ini sangat bagus sekali untuk membantu masyarakat kecil atau masyarakat miskin, rakyat Indonesia,” pungkas Dimyati.

Dalam paparannya, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan penyelenggaraan pendidikan yang pertama kalinya di Indonesia sebagai lembaga pendidikan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab operasional. Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kami ditugaskan menerjemahkan dengan baik dalam pelaksanaan rintisan penyelenggaraan,” ungkapnya.

Dikatakan Yusuf, kesepahaman dilakukan dengan 44 pemerintah daerah dan tiga universitas. Sedangkan untuk aset Kementerian Sosial tidak perlu kesepahaman.

Dipaparkan, pada tahap pertama Sekolah Rakyat berada pada 100 titik lokasi. Sebanyak 63 titik target operasional pada pertengah Juli, dengan 6.130 siswa dalam 256 rombongan belajar (rombel).

Sedangkan 37 titik target operasional pada akhir Juli dengan 3.625 siswa dalam 139 rombel.

Total tahap pertama 9.755 siswa dalam 395 rombel di jenjang SD, SMP, dan SMA. Sedangkan pada tahap kedua akan akan dibangun 202 Sekolah Rakyat.

Sebanyak 51 titik lokasi Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan 45 titik milik dinyatakan layak. 

Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat berdiri berbasis data. Sekolah Rakyat merupakan strategi besar Presiden Prabowo Subianto memutus rantai kemiskinan, memperluas pendidikan, dan menyiapkan Generasi Emas 2045.

Dijelaskannya, rekrutmen siswa berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 miskin dan miskin ekstrem, serta dilakukan kunjungan dengan BPS untuk wawancara ke orang tua calon siswa.

Lalu, dari keluarga tidak sekolah, belum sekolah atau berpotensi putus sekolah. Indeks pembiayaan siswa Rp48,25 juta di tahun pertama.

“Mohon kepala daerah kawal rekrutmen siswa agar tepat sasaran,” pinta Mensos Saifullah Yusuf.

Ketua Tim Ahli Sekolah Rakyat Prof Muhammad Nuh, tema besar Sekolah Rakyat memuliakan dan membahagiakan kaum dhuafa. Bukan sekedar menyekolahkan.

Sebagai bagian dari melunasi janji kepada warga yang masih miskin melalui pendidikan. Sebagai sistem rekayasa sosial yang sudah teruji dan terpuji untuk memotong kemiskinan.

“Kehadiran Sekolah Rakyat menjangkau yang tidak terjangkau supaya bisa sekolah. Memungkinkan yang tidak mungkin. Esensi Indonesia Emas 2045 adalah kebangkitan kaum dhuafa. Kalau kaum dhuafa belum bangkit ya masih seperti ini,” ungkapnya.

KAB. TANGERANG
Tak Saling Kenal, Pengeroyoan Anggota TNI AD hingga Tewas Diduga Dipicu Salah Paham di Tempat Makan

Tak Saling Kenal, Pengeroyoan Anggota TNI AD hingga Tewas Diduga Dipicu Salah Paham di Tempat Makan

Rabu, 22 Juli 2026 | 18:12

Jajaran kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Prada ABS di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu 19 Juli 2026, lalu.

BANTEN
Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:11

Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten hingga pertengahan tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga akhir semester pertama, realisasi belanja daerah tercatat baru mencapai sekitar 35 persen

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Beragam Promo All You Can Eat, dari Chinese Food hingga Teppanyaki

VIVERE Hotel Hadirkan Beragam Promo All You Can Eat, dari Chinese Food hingga Teppanyaki

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:45

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan rangkaian promo All You Can Eat (AYCE) yang dapat dinikmati mulai siang hingga malam hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill