Connect With Us

Gegara Efisiensi, Krakatau Osaka Steel Cilegon Hengkang dari Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 29 Januari 2026 | 10:12

PT Krakatau Osaka Steel, Cilegon, Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

LTANGERANGNEWS.com- Produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd., memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan usaha anak perusahaan konsolidasinya di Indonesia, PT Krakatau Osaka Steel (KOS).

Keputusan ini menandai berakhirnya operasional perusahaan patungan tersebut setelah menghadapi tekanan keuangan berkepanjangan dan penurunan permintaan baja di dalam negeri.

Informasi yang dikutip dari Petromindo pada 28 Januari 2026 menyebutkan, keputusan penutupan telah disepakati dalam rapat dewan direksi Osaka Steel pada 23 Januari 2026. 

Dalam rencana likuidasi yang disusun, kegiatan produksi KOS akan dihentikan pada 30 April 2026, sementara seluruh operasional perusahaan akan dibekukan sepenuhnya pada 30 Juni 2026.

Dikutip dari IDN Financials, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan joint venture antara PT Krakatau Steel Tbk dan Osaka Steel Co., Ltd. 

Dalam struktur kepemilikan saham, Osaka Steel menguasai 86 persen saham, sedangkan Krakatau Steel memiliki 14 persen.

Manajemen Osaka Steel menjelaskan, meskipun KOS sempat mencatatkan kinerja positif dan membukukan keuntungan pada 2021, kondisi tersebut tidak berlanjut. Sejak tahun fiskal 2022, perusahaan kembali mengalami kerugian bersih yang berulang.

Tekanan terhadap kinerja keuangan semakin besar pada awal 2025, seiring memburuknya arus kas bebas struktural perusahaan. 

Kondisi ini dipicu oleh melemahnya permintaan baja domestik setelah pemerintah Indonesia melakukan pemangkasan anggaran infrastruktur secara signifikan.

Osaka Steel juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari pembeli atau mitra baru guna melanjutkan bisnis KOS. 

Namun, proses tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga opsi penutupan dinilai sebagai langkah yang tidak dapat dihindari.

Berbasis di Cilegon, PT Krakatau Osaka Steel memiliki modal disetor sebesar US$100 juta dan selama ini memproduksi baja profil serta baja tulangan atau reinforcing bars yang dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri. 

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

PROPERTI
LIXIL Hadirkan Paviliun OASE Sebagai Standar Baru Arsitektur Berbasis Riset

LIXIL Hadirkan Paviliun OASE Sebagai Standar Baru Arsitektur Berbasis Riset

Senin, 4 Mei 2026 | 20:55

LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekosistem industri arsitektur dan desain.

KAB. TANGERANG
WFH ASN Kabupaten Tangerang Belum Berdampak Signifikan pada APBD

WFH ASN Kabupaten Tangerang Belum Berdampak Signifikan pada APBD

Senin, 4 Mei 2026 | 19:33

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Hidayat menyebut Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya tidak begitu memberikan dampak pada efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill