TANGERANGNEWS.com- Meningkatnya suhu udara saat musim kemarau membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan akibat produksi keringat yang meningkat.
Kondisi ini kerap tidak disadari hingga tubuh mulai mengalami dehidrasi yang perlahan dapat mengganggu fungsi organ vital.
Air menjadi komponen utama dalam tubuh manusia karena berperan penting dalam menjaga kerja sel dan jaringan tetap optimal.
Karena itu, kebutuhan cairan harian perlu dipenuhi secara konsisten, terutama saat cuaca panas.
Berdasarkan panduan Ikatan Ahli Urologi Indonesia, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi cairan dengan target volume urine 2,5 liter per hari.
Artinya, jumlah air yang diminum sebaiknya lebih banyak dari target tersebut, yakni sekitar 2,5 hingga 3 liter per hari.
Kebutuhan ini juga dapat meningkat tergantung aktivitas, olahraga, kondisi sakit seperti demam atau diare, hingga cuaca panas.
Dokter Spesialis Urologi Bethsaida Hospital Serang dr. Syifa Fauziah Fadhly, BMedSci, Sp.U, menjelaskan, kekurangan asupan air putih dapat menurunkan volume darah dan mengganggu keseimbangan elektrolit yang berperan penting bagi fungsi jantung dan otak.
“Selain itu, kurangnya cairan atau konsumsi air putih juga bisa membuat sisa metabolisme mengendap di saluran kemih dan memicu pembentukan batu ginjal”, ujar dr. Syifa.
Air juga memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh. Selain membantu membentuk air liur dan lendir, air berperan dalam mengedarkan oksigen melalui darah, melindungi jaringan sensitif seperti otak dan sumsum tulang belakang, membantu penyerapan nutrisi, menjaga tekanan darah tetap stabil, hingga membuang sisa metabolisme melalui keringat dan urin.
Secara umum, tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 persen air. Karena itu, kekurangan cairan bukan hanya memicu rasa haus, tetapi juga dapat mengganggu sistem metabolisme secara keseluruhan.
Ada sejumlah tanda yang dapat menjadi peringatan tubuh mulai kekurangan cairan.
Salah satunya adalah warna urin yang berubah menjadi kuning tua atau pekat.
Selain itu, kondisi mulut kering, bibir pecah-pecah, kulit kehilangan elastisitas, hingga muncul rasa pusing dan sakit kepala juga dapat menjadi gejala dehidrasi.
Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, dampaknya bisa lebih serius. Kekurangan cairan berisiko memicu pembentukan batu ginjal karena mineral dalam urin mengkristal dan mengendap.
Selain itu, dehidrasi juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih karena aliran urin yang berkurang membuat bakteri lebih mudah berkembang di kandung kemih.
Tak hanya itu, kurang minum air putih secara terus-menerus juga dapat membuat ginjal bekerja lebih keras hingga berisiko menyebabkan gangguan fungsi ginjal kronis.
Dalam kondisi tertentu, dehidrasi berkepanjangan juga bisa memicu gangguan tekanan darah karena jantung harus memompa lebih kuat saat volume darah menurun.
Masalah lain yang juga bisa muncul adalah sembelit kronis. Saat tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap air lebih banyak dari sisa makanan, sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
“Saya sering menangani pasien dengan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh kekurangan konsumsi air putih atau sering menahan Buang Air Kecil. Gejala seperti nyeri pinggang atau urin yang keruh sebaiknya dievaluasi dan diperiksa lebih lanjut,” jelas dr. Syifa.
Jika keluhan pada saluran kemih tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya menambahkan, Bethsaida Hospital Serang melalui Urology Center menyediakan layanan spesialis urologi untuk menangani keluhan pada saluran kemih bagi pasien di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya.
“Tim dokter spesialis kami dapat memberikan perawatan intensif dengan fasilitas medis yang lengkap untuk dapat memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan profesional;” pungkasnya.