Connect With Us

Kemarau 2026 di Banten Diprediksi Lebih Cepat, BMKG Ungkap Pemicunya

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 7 Mei 2026 | 13:03

Kantor BMKG Stasiun Geofisika Klas I Tangerang. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com- BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Banten akan datang lebih cepat dibanding biasanya. Wilayah Banten Selatan disebut sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal Mei 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Banten Apolinaris Samsudin Geru mengatakan, hujan yang masih turun pada awal Mei ini hanya bagian dari masa pancaroba sebelum kondisi cuaca berubah lebih kering.

“Awal kemarau Banten Selatan maju ke awal Mei,” katanya dikutip dari BeritaSatu, Kamis, 7 Mei 2026.

Sementara itu, wilayah Banten Utara dan Tangerang diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan Mei 2026.

Sedangkan wilayah DKI Jakarta diprediksi mengalami awal musim kemarau dalam kategori normal.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibanding kondisi biasanya. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Menurut Samsudin, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang terjadi bersamaan sehingga menghambat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

“Pemicu iklim, adanya fenomena El Niño dan IOD positif yang bekerja bersamaan menekan pembentukan awan hujan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, intensitas El Niño saat ini masih berada pada kategori lemah hingga moderat. Namun, validasi prediksi iklim masih memasuki masa transisi atau Spring Predictability Barrier sehingga kondisi final baru akan dipastikan pada akhir Juni 2026.

BMKG meminta masyarakat maupun pemerintah daerah mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini untuk menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau berlangsung.

“Mitigasi taktis segera maksimalkan pengisian embung, siapkan pompa air,” jelasnya.

Selain itu, BMKG mencatat hujan yang masih terjadi pada awal Mei dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO). 

Meski begitu, kondisi tersebut bukan pertanda musim hujan berkepanjangan, melainkan hanya sisa kelembapan udara saat masa peralihan musim.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

PROPERTI
Pemerintah Hapus Batasan Domisili Pembelian Rumah Subsidi, Warga Jakarta Bisa Beli Rumah di Tangerang

Pemerintah Hapus Batasan Domisili Pembelian Rumah Subsidi, Warga Jakarta Bisa Beli Rumah di Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:39

Kabar baik bagi warga DKI Jakarta yang mendambakan hunian dengan harga terjangkau di kawasan sekitar Ibu Kota.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill