Connect With Us

Benjolan di Perut Jangan Disepelekan, Hernia Bisa Berujung Operasi Darurat

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 27 Mei 2026 | 00:17

Ilustrasi hernia (@TangerangNews / Freepik)

TANGERANGNEWS.com- Munculnya benjolan di area perut atau selangkangan sering kali dianggap masalah biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda hernia yang berisiko memicu komplikasi serius jika terus dibiarkan.

Pada tahap awal, hernia memang kerap tidak menimbulkan rasa sakit. Karena itu, banyak penderita memilih menunda pemeriksaan dan berharap benjolan akan hilang sendiri. 

Namun seiring waktu, hernia dapat membesar, memicu nyeri hingga menyebabkan kondisi darurat medis.

Dokter Spesialis Bedah Umum Bethsaida Hospital Serang dr. Leo Fajar Sp. B menjelaskan, hernia terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol keluar melalui celah lemah pada otot atau jaringan penyangga tubuh.

“Hernia tidak akan sembuh dengan sendirinya. Tidak ada obat, jamu, atau korset yang bisa mengembalikan jaringan yang sudah menonjol keluar ke posisi semula secara permanen,” ujarnya.

Menurut dr. Leo, tindakan operasi menjadi satu-satunya penanganan yang bersifat permanen untuk hernia.

“Satu-satunya penanganan yang tuntas dan bersifat kuratif adalah tindakan bedah. Semakin cepat ditangani, semakin mudah prosesnya dan semakin kecil risikonya,” lanjutnya.

Hernia sendiri memiliki beberapa jenis, mulai dari hernia inguinal yang paling sering dialami pria di area selangkangan, hernia umbilikalis di sekitar pusar, hingga hernia hiatus yang menyebabkan gangguan lambung naik tanpa muncul benjolan di luar tubuh.

Selain faktor bawaan, risiko hernia juga meningkat akibat kebiasaan mengangkat beban berat, obesitas, batuk kronis, sembelit berkepanjangan hingga kehamilan berulang.

Gejala yang perlu diwaspadai biasanya berupa benjolan yang muncul saat berdiri, batuk atau mengejan, disertai rasa berat dan nyeri di area tertentu. Pada hernia hiatus, gejala dapat berupa sensasi panas di dada dan asam lambung naik.

Untuk penanganan, Bethsaida Hospital Serang menyediakan prosedur operasi minimal invasif atau laparoskopi. 

Metode ini dilakukan melalui beberapa sayatan kecil dengan bantuan kamera khusus sehingga proses operasi dinilai lebih presisi dan masa pemulihan pasien lebih cepat dibanding operasi terbuka.

“Laparoskopi bukan sekadar soal bekas luka yang lebih kecil. Lebih dari itu, visualisasi yang lebih baik memungkinkan kami memperbaiki hernia dengan lebih presisi, meletakkan mesh dengan lebih tepat, dan pada akhirnya memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik bagi pasien,” jelas dr. Leo.

Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya mengatakan banyak pasien masih merasa takut menjalani operasi hernia sehingga memilih menunda pengobatan.

Oleh karena itu, Bethsaida Hospital Serang memastikan setiap pasien akan mendapatkan penjelasan yang lengkap, komprehensif, dan transparan mengenai kondisinya sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami hadir bukan hanya sebagai tempat berobat, tetapi sebagai mitra dalam perjalanan kesehatan pasien,” pungkasnya.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

BANDARA
Polisi Temukan Paket Kiriman Isinya 8,3 Kg Sabu di Kargo Bandara Soetta, Nilainya Rp10 Miliar

Polisi Temukan Paket Kiriman Isinya 8,3 Kg Sabu di Kargo Bandara Soetta, Nilainya Rp10 Miliar

Selasa, 7 Juli 2026 | 22:52

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu seberat 8.369 gram (8,3 kilogram) melalui paket kiriman.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:45

Tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill