Connect With Us

Rano Minta WH Lupakan Pertarungan, Kubu WH Lanjut ke Polda

| Rabu, 23 November 2011 | 02:25

Ratusan pendukung Atut - Rano bersorak gembira, ketika majelis hakim MK menyatakan semua gugatan sengketa pilgub Banten ditolak karena tidak berdasar. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Rano Karno, Calon Wakil Gubernur Provinsi Banten terpilih yang berpasangan dengan incumbent Ratu Atut Chosiyah mengajak kepada seluruh kandidat termasuk Wahidin Halim (WH) -Irna Narulita untuk melupakan pertarungan pada Pilkada Banten.

“Kami mengajak Pak Wahidin untuk menghentikan atau melupakan pertarungan ini. Yang terpenting buat warga Banten saat ini adalah bagaimana Banten agar lebih baik. Mari bersama-sama membangun Banten bersama. Yuk, kita ngobrol di warung kopi. Sama dengan Pak Wahidin, pak Kyai Jazuli Juwaini juga kami ajak bersama-sama mari membangun Banten. Karena saya yakin, semua kandidat ingin yang terbaik buat Banten,” ujar Rano Karno usai mendengar putusan MK yang menolak segala gugatan pemohon, hari ini.

Sementara itu, Kuasa hukum pasangan WH - Irna, Emm Srihandayani menyatakan, pihaknya legowo menerima putusan MK itu. "Karena putusan MK bersifat final, mau tak mau ya kami terima," ujarnya sambil tersenyum.

Namun terkait laporan yang bersifat pidana, kata Emmi, pihaknya masih meneruskan hingga ke tingkat Polda Metro Jaya. "Jadi tolong pisahkan antara kasus yang di MK dengan yang pidana. Biarkan masing-masing berjalan sesuai koridornya," ucapnya.

Sementara itu, Ratu Atut Chosiyah, kepada wartawan, menyatakan kemenangannya adalah kemenangan rakyat Banten secara keseluruhan. "Sebagai Gubernur Banten sejak awal saya telah berusaha keras membangun budaya demokrasi di Banten. Dalam demokrasi, tak ada suara tertinggi dibanding suara rakyat itu sendiri. Karena itu, bagi saya, Keputusan MK hari ini adalah kemenangan rakyat Banten," ucapnya.

Menurut Atut, hasil MK bukanlah sesuatu yang mengejutkan. "Sejak awal saya dan Rano Karno telah meneguhkan komitmen untuk mengikuti setiap proses pemilukada dengan elegan, menghimbau semua simpatisan, pendukung, maupun tim sukses, juga semua PNS, untuk mengedepankan etika dalam berdemokrasi, dan mematuhi semua aturan yang berlaku, serta menghindari segala bentuk kecurangan," ucapnya.

Menurut Atut, dengan keluarnya keputusan MK ini, adalah saatnya untuk menyatukan semua potensi dan kekuatan, bergandengan tangan memajukan Banten. "Banten memiliki sejumlah potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemajuan Banten. Untuk mencapai cita-cita mulia itu, adalah sebuah keniscayaan bagi saya dan bapak Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk memberdayakan semua potensi yang ada serta bekerjasama dengan semua pihak," ucapnya. (DRA)

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

NASIONAL
IDI Nilai Komentar Nirempati Oknum Nakes ke Yurizal Pasien BPJS karena Dipicu Burnout

IDI Nilai Komentar Nirempati Oknum Nakes ke Yurizal Pasien BPJS karena Dipicu Burnout

Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:41

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi munculnya komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill