TANGERANGNEWS.com-Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Pusat sudah diikuti sekitar 5,4 juta warga Provinsi Banten.
Dari jutaan pemeriksaan yang dilakukan, Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa temuan kasus kesehatan di lapangan didominasi oleh dua jenis penyakit tidak menular, yakni hipertensi dan diabetes.
Kedua penyakit tersebut memerlukan penanganan yang serius karena berisiko memicu komplikasi jika tidak dideteksi dan dikendalikan sejak dini.
"Hipertensi dan diabetes ini cenderung bisa menjadi penyakit yang menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, harus ditangani dengan baik," ujarnya saat meninjau pelaksanaan CKG di Gelanggang Olahraga (GOR) Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin 10 Agustus 2026.
Andra Soni juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut atau khawatir untuk memeriksakan diri. Sebab, deteksi dini justru menjadi langkah krusial agar masyarakat tahu cara mengantisipasi dan mengobati penyakit secara tepat.
Ia pun menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif secara berkelanjutan.
"Selain pengobatan kuratif, edukasi mengenai pengendalian kadar gula darah, pengaturan pola makan, serta ajakan rutin berolahraga perlu digencarkan guna menekan angka kasus hipertensi dan diabetes di Banten," terangnya.
Salah seorang warga Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Ibu Wanih, 41, mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem jemput bola program CKG ini.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis memotivasinya untuk lebih waspada terhadap asupan makanan sehari-hari.
"Alhamdulillah dengan ada program cek kesehatan gratis ini membantu banget, karena saya ingin tahu penyakit saya. Kalau kita sudah tahu kita bisa ngerem makan-makan yang tidak boleh," ungkap Wanih.