Pasar Modern Paramount Petals Hadirkan Pengalaman Belanja yang Nyaman
Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55
Paramount Petals menghadirkan pengalaman baru dalam berbelanja yang lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan.
TANGERANGNews.com-Para sarjana, khususnya di bidang Komunikasi saat ini memiliki tantangan yang lebih berat setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Memiliki ijazah dengan IPK Cum Laude saja tidak cukup untuk menyaingi sarjana dari negara-negara ASEAN.
Hal ini menjadi pembahasan pokok dalam seminar Daya Saing Sarjana Ilmu Komunikasi Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Kamis (29/9/2016).
Dalam seminar yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari FISIP program studi Ilmu Komunikasi ini, hadir sejumlah pembicara seperti Guru Besar Ilmu Komunikasi UI Ibnu Hamad, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis dan Praktisi Media Tjandra Wibowo.
Ibnu mengatakan, dalam aspek persaingan MEA, yang dibutuhkan bukan hanya sekedar ijazah tapi juga kempetensi. Seseorang disebut kompeten jika telah memiliki sertifikat kompetensi yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
"Berdasarkan kepentingan MEA, begitu ingin melamar pekerjaan kalau dalam pasar bebas akan ditanya anda berkompetensi di bidang apa, misalnya di Public Relation kompetensinya apa di public speaking, media relation dan lain-lain. Anda bisa ditolak jika tidak punya skill," jelasnya.
Untuk itu Ibnu menghimbau kepada lara mahasiswa agar mengubah cara kuliahnya. "Jangan hanya fokus pada kurikulum akademik semata tapi juga harus bisa menjawab kebutuhan pasar dan meningkatkan skill kompetensinya," katanya.
Semementara Yuliandre Darwis mengatakan, sebanyak 1/3 populasi di ASEAN adalah warga Indonesia. Namun demikian, saat ini jumlah masyarakat Indonesia yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan masih cukup signifikan, termasuk di bidang komunikasi.
"Saat ini ada 246 jurusan komunikasi di perguruan tinggi Indonesia. Jika satu jurusan mencetak 100 sarjana per tahun, sudah 24.600 sarjana. Tapi apa jumlah ini sebanding dengan lapangan pekerjaan bidang komunikasi di Indonesia?," katanya.
Karena itu dengan adanya MEA justru membuka peluang bagi Sarjana Komunikasi. "Bicara MEA bukan hanya peristiwa ekonomi, tapi juga peristiwa komunikasi. Justru ini peluang terbuka, karena perusahaan-perusahan luar pasti membutuhkan public relation yang bisa menghubungkan mereka dengan masyarakat Indonesia," katanya.
Paramount Petals menghadirkan pengalaman baru dalam berbelanja yang lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan.
TODAY TAGTim Nasional (Timnas) sepak bola Saint Kitts and Nevis tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin, 23 Maret 2026 untuk menghadapi Skuad Indonesia dalam turnamen FIFA Series 2026.
Beberapa hari terakhir, lonjakan harga minyak mentah global dari US$70 menjadi hampir US$120 per barel menjadi berita yang tidak bisa diabaikan.
Harga BBM subsidi jenis Pertalite diperkirakan berpotensi naik menjadi Rp11.500 per liter. Proyeksi itu muncul di tengah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews