Connect With Us

Warga Nambo Jaya Produksi Berbagai Olahan Pangan

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 1 November 2019 | 13:02

Manager Pengembangan Demplot KWT Anthurium RT 06/03 Kompleks Pondok Arum, Yuliana Darmawan menampilkan produk olahan pangan lokal hasil bercocok tanam. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Kelompok Wanita Tani (KWT) di RT 06/03, Kompleks Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang memproduksi olahan pangan lokal bernilai ekonomis dari hasil bercocok tanam.

Olahan pangan lokal itu diantaranya produk saus, aneka sambal, keripik dan manisan terong, serta manisan tomat yang seluruh bahan bakunya dari panen tanaman produktif.

Manager Pengembangan Demplot KWT Anthurium RT 06/03 Kompleks Pondok Arum, Yuliana Darmawan menampilkan produk olahan pangan lokal hasil bercocok tanam.

Produk-produk olahan pangan lokal itu sudah dikemas dan siap dijual dengan harga Rp25 ribu. Namun, pemasaran masih menjangkau lingkup Pasar Nambo Jaya.

Untuk menciptakan produk olahan pangan lokal, para kader KWT di Nambo Jaya mendapat bantuan sejumlah peralatan masak dari Pemerintah Provinsi Banten.

Para kader KWT mengolah bahan baku cabai hasil bercocok tanam menjadi produk olahan pangan lokal, yaitu saus dan sambal.

Kabid Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Eni Nuraeni mengatakan, pihaknya mendorong KWT di Kota Tangerang untuk bercocok tanam hingga memproduksi olahan pangan lokal. 

"Selain peralatan, kami support dari tenaga penyuluh dan pendamping untuk monitoring dan mengevaluasi KWT," ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (1/11/2019).

Baca Juga :

Para KWT di Kota Tangerang, termasuk Nambo Jaya mendapat pelatihan dari Pemerintah Kota Tangerang, untuk mengembangkan minat bercocok tanam hingga memproduksi olahan pangan lokal.

Para kader KWT mengolah bahan baku cabai hasil bercocok tanam menjadi produk olahan pangan lokal, yaitu saus dan sambal.

"Yang terpenting tugas kami itu bagaimana menciptakan produk olahan lokal. Itu ya menciptakan dari hasil cocok tanaman KWT dan rumahan," ucapnya.

Ketua RW 03 Kelurahan Nambo Jaya, Bambang Mulyadi mengungkapkan, warganya sangat antusias menjalani aktivitas bercocok tanam yang dimulai secara mandiri.

Produk olahan pangan lokal hasil bercocok tanam.

Ia menuturkan, hasil produk olahan pangan lokal dapat mengerek naik ekonomi warga. Selain itu, juga dapat menjamin kesehatan warga karena mengkonsumsi makanan berkualitas.

"Kami mendukung program pemerintah daerah terkait penghijauan lingkungan. Kami pun ingin membawa kampung ini bisa terkenal dengan berkarya," pungkasnya.(RAZ/HRU)

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

SPORT
Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Elkan Baggott Bangga Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klaim Garuda Jadi Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:36

Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott mengaku sangat bangga setelah ikut mengantarkan skuad Garuda meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

KOTA TANGERANG
Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:22

Polres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill