Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Aplikasi chatting Line meluncurkan Line Bank di Indonesia yang berkolaborasi dengan PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank Hana) dan Line Financial Asia.
Dengan dimulainya layanan pada 10 Juni lalu, Indonesia menjadi pasar ketiga di mana Line Bank beroperasi setelah di Thailand dan Taiwan.
Kerjasama strategis antara Bank Hana dan Line dimulai pada Oktober 2018, ketika Line Financial Asia mengakuisisi 20 persen kepemilikan Bank Hana melalui Perjanjian Penyertaan Modal.
“Kerjasama ini menjadi awal terbentuknya layanan perbankan digital asing pertama, yang merupakan hasil kolaborasi antara bank dengan perusahaan teknologi raksasa,” kata Jong Jin Park, Direktur Utama PT Bank KEB Hana Indonesia melalui siara persnya, Senin 14 Juni 2021.

Line Bank hadir di industri keuangan Indonesia untuk menyediakan layanan perbankan digital yang nyaman dan mudah digunakan.
Hal ini bisa terwujud dengan digabungkannya pengetahuan keuangan Hana Bank, dengan keahlian Line sebagai perusahaan teknologi terkemuka di Asia.
“Line Bank akan menyediakan berbagai produk keuangan dan layanan fintech yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan nasabah kami,” jelas Jong Jin Park. (RAZ/RAC)
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews