Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang (PUPR) menggunakan aplikasi SiData untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur.
Kepala Dinas PUPR Decky Priambodo menjelaskan aplikasi SiData adalah aplikasi yang digunakan oleh pemerintah Kota Tangerang, untuk mengumpulkan data-data dalam satu sistem informasi.

Sebelumnya, aplikasi SiData digunakan untuk mendata penerima bantuan sosial dan juga untuk memverifikasi data-data UMKM.
Dalam sosialisasi survei kondisi infrastruktur Kota Tangerang, Decky juga menyampaikan masing-masing wilayah dapat melaporkan kerusakan jalan, drainase, jembatan dan lain sebagainya.

Saat ini, yang bisa mengakses fitur baru dari SiData adalah aparat kecamatan dan kelurahan.
"Aparat kecamatan dan kelurahan sering mendapatkan keluhan dari masyarakat mengenai kerusakan-kerusakan infrastruktur,” katanya, Rabu (19/5/2021).

Diharapkan dengan adanya aplikasi SiData, Dinas PUPR Tangderang dapat terbantu untuk melakukan simulasi perbaikan kerusakan jalan, serta menentukan strategi dan prioritas saat melakukan perbaikan.

“Dengan SiData, kerusakan-kerusakan infrastruktur bisa dicatat dan dipantau langsung kemajuannya. Sehingga yang diusulkan oleh masyarakat tidak hilang begitu saja,” katanya. (ADV)
Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu
TODAY TAGKantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews