Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang (PUPR) menggunakan aplikasi SiData untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur.
Kepala Dinas PUPR Decky Priambodo menjelaskan aplikasi SiData adalah aplikasi yang digunakan oleh pemerintah Kota Tangerang, untuk mengumpulkan data-data dalam satu sistem informasi.

Sebelumnya, aplikasi SiData digunakan untuk mendata penerima bantuan sosial dan juga untuk memverifikasi data-data UMKM.
Dalam sosialisasi survei kondisi infrastruktur Kota Tangerang, Decky juga menyampaikan masing-masing wilayah dapat melaporkan kerusakan jalan, drainase, jembatan dan lain sebagainya.

Saat ini, yang bisa mengakses fitur baru dari SiData adalah aparat kecamatan dan kelurahan.
"Aparat kecamatan dan kelurahan sering mendapatkan keluhan dari masyarakat mengenai kerusakan-kerusakan infrastruktur,” katanya, Rabu (19/5/2021).

Diharapkan dengan adanya aplikasi SiData, Dinas PUPR Tangderang dapat terbantu untuk melakukan simulasi perbaikan kerusakan jalan, serta menentukan strategi dan prioritas saat melakukan perbaikan.

“Dengan SiData, kerusakan-kerusakan infrastruktur bisa dicatat dan dipantau langsung kemajuannya. Sehingga yang diusulkan oleh masyarakat tidak hilang begitu saja,” katanya. (ADV)
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGTugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Sinar Mas Land (SML) kembali memperkuat posisinya sebagai pengembang kota mandiri dengan meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake di BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa 28 Januari 2026, kemarin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews