Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TANGERANGNEWS.com–Konsep kota cerdas atau smart city yang selama ini dikembangkan Sinar Mas Land menjadi contoh keberhasilan. Pengembang Sinar Mas Land menyatakan penerapan konsep kota cerdas atau smart city harus dapat membangun sebuah perkotaan yang tujuannya tak hanya meningkatkan keeratan sosial dan kelestarian lingkungan, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi.
"Smart city juga harus bisa menumbuhkan ekonomi, karena memang sudah ada investasi di lingkungan smart city," kata Chief Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) Katadata 2022 bertajuk "Building Digital City" di Jakarta, Selasa 5 April 2022, seperti dilansir dari Antara.
Irawan menyebut pihaknya telah turut mendorong terciptanya kota cerdas di Indonesia yang membangun baik secara sosial, ekonomi, maupun aspek lingkungan.
Adapun terkait sosial, menurut dia, pengembang perkotaan harus melihat dan memperhatikan penduduk yang tinggal dan pengunjung yang datang ke calon daerah kawasan kota cerdas tersebut.
"Sehingga, saat kota pintar tersebut terwujud, baik penduduk maupun pengunjung dapat melakukan aktivitas sosial dengan nyaman, berkolaborasi, serta bersinergi," tutur Irawan.
Ia menekankan, dalam membangun kota cerdas, pengembang juga harus memperhatikan lingkungan sekitar. Dalam pembangunan BSD City yang diinisiasi oleh Sinar Mas Land misalnya, kawasan yang berada di Tangerang Selatan tersebut hanya memiliki 35 persen area pembangunan, sedangkan luas kawasan jalan dan hijau mencapai 65 persen.
Menurutnya, dengan banyaknya kawasan hijau tersebut, diharapkan dapat mewujudkan kota berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Lebih lanjut, kata Irawan, untuk mendukung pembangunan kota cerdas, pengembang juga harus melakukan strategi yang tepat mulai dari membangun SDM atau menemukan orang-orang berbakat untuk mengembangkan kota pintar, memperkuat sisi infrastruktur seperti serat optik untuk internet, air dan listrik, hingga konektivitas area pejalan kaki.
Namun demikian, Irawan menegaskan bahwa dalam mengembangkan sebuah kota cerdas tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh pengembang swasta, melainkan harus dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, terutama pengembang teknologi.
"Untuk membangun infrastruktur smart city itu nggak murah, jadi kita perlu mitra untuk berkolaborasi, bagaimana cara memonetisasinya. Lalu, ketika kita membangun smart city seperti green initiative, kita perlu dukungan pemerintah. Sekarang kan sudah ada obligasi hijau dan insentif pajak," ungkap dia.
Terkait konsep kota cerdas, sebelumnya Institut Teknologi Bandung (ITB) mengusulkan solusi Living Lab untuk pengembangan Smart City yang diajukan dalam ringkasan kebijaksanaan dalam pertemuan negara G20.
"Living Lab adalah area terbatas dari sebuah kota yang dapat dikendalikan dan dapat diawasi untuk menguji sebuah solusi dan melakukan penyesuaian variabel- variabel penting," kata Rektor ITB Reini Wirahadikusumah.
Pusat penelitian ini diharapkan mengundang semua pihak, pemerintah, industri, dan siapapun yang ingin bergabung dalam upaya untuk meningkatkan pendekatan yang dilakukan Living Lab.
Dengan pengalaman yang telah dikumpulkan lebih dari setengah abad, ITB berkomitmen untuk dapat terus berkontribusi bagi Indonesia terutama dalam hal pengembangan kota- kota yang mampu membantu proses transformasi digital lebih optimal.
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TODAY TAGKondisi infrastruktur yang memprihatinkan di pelosok Banten kembali mendapat perhatian serius. Selama 40 tahun lamanya, warga Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, harus merasakan sulitnya beraktivitas
Maskapai Emirates memiliki salah satu pesawat komersial terbesar di dunia, yakni Airbus A380 yang pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lalu, sempat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews