Connect With Us

Eka Hospital Tangani Skoliosis Gunakan Robot Canggih O-arm

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 21 September 2022 | 17:40

Teknologi robot canggih O-arm milik Eka Hospital untuk tangani skoliosis. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Berbagai inovasi terus dihadirkan Eka Hospital dalam upaya meningkatkan pelayanan, khususnya spine (tulang belakang), yang tentunya sangat mendukung serta memudahkan dalam melakukan tindakan operasi di Indonesia.

Seperti diketahui, Eka Hospital telah memiliki teknologi berkelas dunia berupa robot navigasi untuk operasi tulang belakang yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.

Melalui penggunaan robot navigasi ini, akurasi penempatan screws (implan) bisa mencapai 99,9 persen. Risiko misplacement screw, khususnya pada kasus skoliosis yang bentuk tulangnya banyak mengalami perubahan bentuk, dari mencapai 15 persen dapat ditekan hingga dibawah 1 persen.

Setelah menjadi pioneer dalam menghadirkan operasi tulang belakang dengan teknik robotik, kini Eka Hospital kembali menghadirkan O-arm untuk mendukung operasi tulang belakang, khususnya untuk kasus skoliosis.

O-arm di Eka Hospital merupakan satu-satunya mesin yang ada di Indonesia saat ini.  Seri yang dimiliki adalah O-arm 2 yang merupakan seri tercanggih dari O-arm.

Fungsi O-arm pada dasarnya mirip dengan fungsi CT Scan tetapi memiliki berbagai kelebihan. Dibandingkan dengan CT Scan, O-arm ini bersifat portable sehingga pemeriksaan bisa dilakukan di tengah-tengah operasi sedang berlangsung.

Hal ini sangat penting karena memberikan gambaran yang lebih real, dibandingkan CT Scan yang dilakukan saat pasien masih sadar dan dalam posisi terlentang.

Perbedaan posisi, pengaruh obat-obatan selama operasi, dan tarikan otot dapat mempengaruhi susunan tulang belakang sehingga akurasi O-arm jauh lebih tinggi daripada CT Scan.

Keunggulan lain yang ditawarkan oleh O-arm adalah beamnya yang bersifat conical sehingga radiasi yang ditimbulkan juga jauh lebih kecil dibandingkan CT Scan.

Bahkan dengan pilihan low-dose, radiasi yang ditimbulkan oleh satu kali scan dengan menggunakan O-arm setara dengan satu kali ronsen lumbar. Dengan radiasi yang hanya setara ronsen, kita mendapatkan gambaran sedetail CT Scan. 

Menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, Dokter Spesialis Ortopedi, Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD, ada banyak keunggulan dari penggunaan O-arm ini, seperti tidak perlunya CT Scan praoperasi, biaya yang lebih terjangkau, gambar yang detail dan lebih real-time, serta dosis radiasi yang jauh lebih rendah.

Ia bahkan menyebut O-arm ini sebagai perfect partner untuk melakukan operasi robotik. Tanpa gambar yang berkualitas, akurasi robot akan menurun sehingga pada kasus skoliosis terkadang cukup menyusahkan dan bahkan pada kasus berat berbahaya. 

“Bahaya sekali bila kita menggunakan robot tapi gambaran imagingnya tidak jelas. Robot mendapatkan input anatomi tulang pasien dari imaging. Tanpa imaging yang jelas, jangan sekali-kali menggunakan robot untuk operasi, apalagi untuk kasus skoliosis.” ujarnya.

Selain meningkatkan akurasi robot, pemeriksaan dengan O-arm juga hanya memakan waktu 25 detik sehingga operasi skoliosis robotic kini menjadi semakin cepat.

Dengan operasi yang semakin cepat, perdarahan selama operasi juga semakin sedikit. Pemulihan pun berlangsung cepat. 

Menurut dr. Phedy, salah satu tujuan dari operasi skoliosis adalah mencapai keseimbangan tubuh pasien, yang biasanya hanya dapat dinilai setelah operasi selesai dengan melakukan ronsen whole spine.

"Dengan adanya alat ini, keseimbangan sudah dapat dinilai oleh tim dokter saat operasi masih berlangsung. Ini merupakan satu-satunya alat di Indonesia yang bisa melakukan hal itu.” ungkap dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine. 

Dengan sedemikian banyaknya kelebihan yang ditawarkan oleh O-arm, dikombinasikan dengan penggunaan robotic, operasi skoliosis dapat dilakukan dengan sangat aman dengan tingkat keberhasilan mendekati 100 persen. 

Sementara itu, Chief Operating Officer Eka Hospital Group drg. Rina Setiawati menambahkan dengan peralatan baru yaitu O-arm serta robot navigasi yang sebelumnya sudah ada, dan didukung oleh tim dokter profesional, Eka Hospital berhasil melengkapi dan mengawinkan penanganan tulang belakang khususnya skoliosis dengan aman, cepat dan tepat.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

KAB. TANGERANG
Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:08

Polisi yang terlibat kericuhan pada saat turnamen Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) yang mempertemukan tim dari Polresta Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak dikenai sanksi.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill