Connect With Us

Padahal Ada Adhisty Zara, Film Cinta Dari Timor Cuma Raup 259 Penonton

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 10 September 2024 | 09:31

Poster film Cinta Dari Timor (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Meski dibintangi aktor atau aktris beken rupanya tidak menjadi jaminan film pasti akan sukses. Hal ini seperti yang dialami film Cinta dari Timor.

Bagaimana tidak, film garapan sutradara Angger Yudha Setiawan ini hanya mampu meraup 259 penonton pada penayangan perdananya di bioskop, Kamis, 5 September 2024, lalu. 

Hingga Selasa, 10 September 2024 belum ada update terbaru terkait jumlah penonton dari film yang diproduksi oleh Clock Work Film tersebut.

Padahal, film Cinta dari Timor dibintangi oleh aktor dan aktris ternama, seperti Jourdy Pranata, Tyo Pakusa Dewo, hingga aktris muda berbakat Adhisty Zara. 

Uniknya, Adhisty Zara menjadi aktris yang membintangi film dengan jumlah penonton terbanyak saat penayangan hari pertama (Dilan 1991 zebanyak 800.255 penonton) sekaligus membintangi film dengan jumlah penonton paling sedikit pada film Cinta Dari Timor.

Sinopsis Cinta Dari Timor 

Film Cinta Dari Timor berlatar pada saat referendum Timor Timur, yang mengisahkan kisah cinta antara Langit (Jourdy Pranata) dan Bintang (Adhisty Zara). Konflik bermula saat Bintang berjanji membawa Langit pergi agar mereka bisa tetap bersama. Namun, Langit justru tak pernah datang. 

Delapan tahun berlalu, tiba-tiba Langit kembali dengan pribadi yang berbeda. Mengetahui itu, Bintang lekas meminta penjelasan, namun ia justru menemukan fakta lain soal Langit yang mengingkari janjinya.

Alasan Film Cinta Dari Timor Meraup Sedikit Penonton 

Berdasarkan pendapat para penggemar film pada forum diskusi, terdapat beberapa hal yang menyebabkan Cinta Dari Timor memecahkan rekor sebagai film dengan penonton paling sedikit, di antaranya:

1. Kurang Promosi

Promosi yang minim dianggap menjadi faktor utama di balik rendahnya jumlah penonton film ini. Tidak banyak media yang memuat berita terkait rilisnya "Cinta Dari Timor," sehingga informasi mengenai film ini kurang menjangkau masyarakat luas. Bahkan, pada pemainnya pun tidak getol mempromosikan film ini.

Padahal, promosi adalah kunci untuk menarik perhatian calon penonton dan membangun ekspektasi terhadap film tersebut.

2. Tidak Melibatkan Orang Timor

Sebagai film yang berlatar belakang peristiwa penting di Timor Timur, beberapa pihak mengkritik tidak adanya keterlibatan aktor atau tokoh dari wilayah tersebut. 

Banyak yang merasa bahwa keterlibatan masyarakat asli Timor dapat memberikan nuansa sesuai terhadap cerita, sehingga mampu menarik lebih banyak penonton.

3. Trailer Kurang Menarik

Trailer merupakan salah satu faktor yang mampu menarik minat penonton. Sayangnya, trailer "Cinta Dari Timor" dinilai kurang memikat, baik dari segi penyajian konflik maupun potongan adegan yang seharusnya menggugah rasa penasaran. Hal ini berujung pada ketidakminatan banyak orang untuk menonton film ini di bioskop.

4. Masih Tren Film Bergenre Horor

Di saat yang bersamaan, tren film horor sedang mendominasi layar bioskop di Indonesia. Hal ini menyebabkan persaingan yang ketat bagi film-film dengan genre lain, termasuk drama seperti "Cinta Dari Timor." 

Banyak penonton yang lebih memilih menonton film horor yang sedang hits, alih-alih drama dengan latar belakang sejarah yang kurang populer.

Berdasarkan jumlah penonton, maka diperkirakan film Cinta Dari Timor baru meraup pendapatan Rp4,5 juta. Tentunya, angka tersebut tidak menutup pengeluaran produksi. Pihak bioskop pun memangkas jatah tayang Cinta Dari Timor yang semula 80 layar hanya tersisa 20 layar akibat performa buruk di hari pertamanya.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

PROPERTI
Kembangkan Kawasan Bisnis Premium Baru, Paramount Gading Serpong Hadirkan Victoria Business Loft dan Oxford Square

Kembangkan Kawasan Bisnis Premium Baru, Paramount Gading Serpong Hadirkan Victoria Business Loft dan Oxford Square

Senin, 22 Juni 2026 | 19:18

Paramount Gading Serpong meluncurkan Victoria Business Loft dan Oxford Square – YOSECA Loft yang berada di Victoria Central District sebagai kawasan bisnis premium yang berada di pusat Gading Serpong dengan lokasi strategis

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Kerahkan Pasukan Ngider Sehat Sisir Stunting Sampai ke Gang Sempit

Pemkot Tangsel Kerahkan Pasukan Ngider Sehat Sisir Stunting Sampai ke Gang Sempit

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) semakin agresif dalam menekan angka stunting, dengan memperkuat kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kader kesehatan, hingga layanan kesehatan berbasis masyarakat

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill