Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com- Kebahagiaan ternyata bukan melulu soal uang. Setidaknya, itulah gambaran dari hasil survei Ipsos tahun 2025 yang menunjukkan bahwa warga Indonesia justru lebih merasa bahagia karena hal-hal yang bersifat emosional dan relasional dibandingkan faktor ekonomi.
Dari survei tersebut, sebanyak 58 persen responden menilai bahwa perasaan diapresiasi dan dicintai adalah sumber utama kebahagiaan dalam hidup mereka. Angka ini jauh melampaui faktor finansial yang hanya mendapat 35 persen.
Faktor lain yang juga dianggap penting dalam mendongkrak kebahagiaan adalah menjalani hidup yang bermakna. Sebanyak 36 persen responden menganggap bahwa makna hidup yang dalam punya dampak besar pada kebahagiaan, bahkan lebih besar dari kondisi keuangan sekalipun.
Sementara itu, elemen lain seperti hubungan dengan keluarga dan anak, kehidupan spiritual, kesehatan mental, hingga pekerjaan, juga punya kontribusi tersendiri terhadap kebahagiaan, meskipun angkanya tidak sebesar tiga faktor utama tadi.
Menariknya, kesehatan fisik justru menempati posisi paling bawah dari sepuluh faktor yang disurvei. Hanya 15 persen responden yang merasa bahwa kesehatan fisik adalah penentu utama kebahagiaan mereka.
Berikut rincian daftar hal yang membuat warga Indonesia merasa bahagia menurut survei Ipsos 2025:
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGSolana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews