Connect With Us

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Lagu Gunung Kawi (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi yang kerap dilekatkan dengan kesan angker, mistis, hingga praktik pesugihan.  

Matoha menuturkan gagasan lagu tersebut telah muncul sejak hampir dua dekade lalu, ketika ia kerap mendengar berbagai cerita negatif tentang daerah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. 

“Ide lagu ini sebenarnya sudah mengendap di kepala saya sejak 2005–2008, waktu itu sering banget dengar orang-orang bilang ‘Gunung Kawi itu tempat pesugihan, jangan ke sana nanti ketemu tuyul, genderuwo dan setan’,” katanya Jumat, 9 Januari 2026. 

Ia mengaku merasa terganggu karena citra tersebut terus direproduksi melalui film horor dan tayangan sinetron.

Melalui lagu ini, Matoha berusaha menampilkan sisi lain Gunung Kawi sebagai kawasan ziarah sejarah. 

Ia menyebut Gunung Kawi sebagai tempat peristirahatan Eyang Djieogo dan Eyang Soejono atau RM Imam Soedjono, yang dikenal sebagai bagian dari laskar Pangeran Diponegoro dalam perjuangan melawan kolonial Belanda. 

“Gunung Kawi bukan tempat pesugihan. Ini tempat ziarah, tempat berdoa, tempat wisata ritual yang bahkan dikunjungi tamu mancanegara,” tegasnya.

Pesan utama yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut adalah ajakan untuk memahami makna doa yang sebenarnya, yakni berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa tanpa meninggalkan ikhtiar. 

Matoha menilai ziarah hanyalah satu dari banyak nilai yang dimiliki Gunung Kawi, dan masih terdapat berbagai aspek sejarah serta budaya yang dapat diperkenalkan melalui pendekatan seni.

Dalam proses penggarapannya, Matoha kembali mengeksplorasi unsur musik tradisional Jawa. 

Jika sebelumnya dikenal sebagai penggagas soundtrack film KKN Desa Penari, kali ini ia memadukan gamelan dengan nuansa musik Islami melalui iringan terbang rebana. 

Penulisan lirik berlangsung sekitar dua minggu dan dikerjakan bersama almarhum Iwan Sumadi.

Setelah komposisi selesai, latihan dilakukan bersama kelompok musik Islami Tajidor atau Terbang Jidor Kyai Zakaria. Instrumen gamelan, drum, viola, keyboard, dan perkusi turut mengisi aransemen lagu yang dimainkan oleh Matoha bersama putranya, Hanafi Madu W. Keterlibatan keluarga juga terlihat dalam proses produksi, mulai dari pengoordinasian paduan suara anak-anak lingkungan sekitar hingga pengarahan vokal dan konsep visual.

Matoha memilih menggunakan bahasa Indonesia dalam lirik lagu Gunung Kawi agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima lebih luas. 

“Saya memang sengaja menulis lagu ini dengan bahasa Indonesia agar dimengerti lebih banyak orang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pilihan bahasa tersebut bertujuan menghindari salah tafsir serta memungkinkan lagu dinyanyikan bersama dengan lebih mudah.

Lagu Gunung Kawi resmi dirilis secara digital pada 31 Desember 2025 dan telah tersedia di berbagai platform layanan streaming. 

Lirik Lagu Gunung Kawi

GUNUNG KAWI

Kabupaten Malang ada satu tempat

Wisata Ritual Gunung Kawi itu namanya

Banyak orang datang berkunjung kesana

Bersama sahabat juga teman serta keluarga

 

Reff-1 : 

Disanalah ada dua makam

Eyang Djoego dan Eyang Soejono

Keduanya dulu seorang pejuang

Jadi laskar Pangeran Diponegoro

 

Apakah salah kita mendo’akan

Agar diterima amal baiknya

Apakah salah kita mendo’akan

Agar dimaafkan semua salahnya

 

Reff-2 : 

Gunung Kawi bukan tempat cari pesugihan

Gunung Kawei bukan tempat cari kekayaan

Bermohonlah dirimu pada Tuhan

Hanya kepada-Nya kita meminta

 

Apakah mungkin kita berdo’a

Tanpa kerja menjadi kaya

Mari berdo’a sambil berusaha

Agar tercapai cita-cita

TagsHiburan
KOTA TANGERANG
Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Pemkot Tangerang Buka Ruang Ekspresi Lewat Muda-Mudi Fest

Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Pemkot Tangerang Buka Ruang Ekspresi Lewat Muda-Mudi Fest

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:28

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran strategis generasi muda guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

TANGSEL
Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:16

Berulangnya insiden perundungan yang menimpa pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keprihatinan serius dari jajaran DPR RI.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill