Connect With Us

Gita Wirjawan, Anies Baswedan & Dino Patti Djalal Jadi Pembicara di UPH

Dira Derby | Rabu, 15 Januari 2014 | 19:05

Gita, Anies dan Dino Menjadi Pembicara di UPH (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Capres Gita Wirjawan menjadi pembicara dalam sebuah dialog bertajuk DIA.LO.GUE Indonesia 2014 di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, Rabu (15/01).   
 
Dalam dialog tersebut juga dihadiri dua pembicara lain,  Anies Baswedan serta Dino Patti Djalal yang turut ikut dalam konvensi Partai Demokrat.
 
Diawal,  pembaca acara mengajak para pembicara untuk membahas soal Indonesia yang sudah endemic korupsi.  Menurut Gita, sebenarnya persoalan di Indonesia banyak.  “Sedangkan soal korupsi, saya cukup bangga dengan KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Siapa saja ditangkap, tanpa pandang bulu,” ujar Gita. Namun, lanjutnya, rasio petugas KPK dengan pegawai negesi sipil di Indonesia 1. 45 ribu.

“Kalau di Hongkong rasionya 1.200 orang, sedangkan di kita 1.45 ribu. Dan, Hongkong memerlukan waktu 35 tahun untuk 1.200 orang itu. Kalau di Indonesia saya pikir, jangan menunggu sampai 35 tahun, kita tambah jumlah penyidiknya. Apakah itu melalui outsource, misalnya mengambil dari Universitas Pelita Harapan,” ujarnya.

Lalu dirinya pun ditanya soal,  apakah dirinya  mendukung hukuman mati para koruptor.
 “Kadang-kadang kita tidak yakin dengan pengadilan. Sebab, SDM (sumber daya manusia)-nya masih diragukan. Sistemnya ini masih kurang murni atau steril, jadi saya pikir jangan dulu. Untuk sementara KPK diberdayakan, jumlahnya ditambah. survey di daerah, mereka itu tidak puas dengan ketidak adilan pengadilan. Penyidik kita harus ditingkatkan keberadaannya.
Nah, kalau  itu sudah dilakukan, kita akan semakin tegas menghadapi korupsi. Setelah itu baru kita bahas soal hukuman mati,” tegasnya.

Sedangkan Anies mengatakan, SDM bobrok tidak hanya di Indonesia. Karenanya, dia mengaku, kualitas SDM itu berawal dari rumah. Karenanya, kata dia, salah satu yang seharusnya dilakukan ketika hari Ibu, sang ibuu harus mengirimkan pesan kepada anak-anaknya.
 
“Biasanya kalau hari ibu, ibu dikirimin anak-anaknya kan. Ini ibu yang kirim pesan kepada anak-anaknya agar tidak korupsi. Sekolah kita juga harus berani mendidik agar tidak korupsi. Ada beberapa alas an korupsi, pertama karena gaji tidak cukup, kedua karena keserakahan, ketiga karena sistem. Ada yang mereka tidak mau melakukan, tetapi karena sistem, mereka akhirnya melakukan,” katanya.

Anies mengibaratkan masyarakat saat ini adalah penumang bus angkutan umum. Dimana di dalamnya ada petugas yang meminta tarif dan ada tuga masyarakat yang berpura-pura jadi penumpang padahal copet.
 
“Umumnya yang terjadi sekarang, kalau kita melawan terus kalah sama kawanan pencopet, penumpang lain akan bilang, tuh kan melawan sih. Apakah kita akan diam melihat itu terus? Andai saja kita mau serentak, kira-kira tumbang tidak itu kawanan copet?” katanya.
 
Untuk itu, kata Anies, masyarakat harus sama-sama serentak.   
“Jangan diam, anda bisa foto, lalu meng- twit-nya kalau kita melihat ada korupsi,”  jelasnya.
Menurut Anies, korupsi jangan dibayangkan jauh dari kita. “Coba perhatikan produk yang kita jual kok bisa mahal ketika sampai di pasar. Ini karena barang kita  rusak ketika di jalan. Kenapa bisa rusak, karena jalannya rusak, kenapa jalannya rusak, karena dikorupsi,” ujarnya.

 
Sedangkan Gita ketika ditanya soal cara dirinya melindungi kaum minoritas, dia mengaku akan menegakan hukum.
 
“Ada reward and punishment, penegakan hukum harus dilakukan. Kalau ada sekte apapun selama itu tidak menganggu keamanan dan tidak merusak kemanan silahkan. Misalnya soal gereja Yasmin, itu tidak perlu ditutup,” terangnya.
 
Sedangkan saat ditanya soal dirinya yang dikenal neolib, dirinya mengaku sudah mencari kata neolib pada kamus.
 
“Tidak ada saya ketemukan di kamus definisinya. Tetapi saya tidak mempermasalahkan itu.  Mungkin orang mengira saya neolib karena saya menteri perdagangan pertama yang membatasi franchise hanya boleh maksimal 150 unit. Lebih dari itu harus bekerjasama dengan pengusaha daerah,” terangnya.
 
Sedangkan Anies saat ditanya soal dirinya hanya berada ditataran kampus dan belum memiliki reklam jejak dalam pemerintahan? Anies mengaku, pemilih bisa menentukan mencari orang yang berpengalaman atau mencari orang yang baru.  Terkait penahanan Anas Urbaningrum bagaimana dengan status Ketua Yayasan Wakaf Paramadina yang masih dipegang dia? Anies menyatakan tidak mau komentar terkait hal itu.
 
HIBURAN
Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:15

Jejaring retail PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart akan menghadirkan inovasi gerai yang tak hanya sebagai tempat belanja kebutuhan harian, namun juga sarana hiburan bioskop mini bernama “Layar Digi”.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

NASIONAL
Jadwal Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idulfitri 2026

Jadwal Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idulfitri 2026

Selasa, 3 Maret 2026 | 23:28

Kementerian Agama (Kemenag)Republik Indonesia akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta,

KAB. TANGERANG
Konflik Timur Tengah, 264 Jemaah Umrah Asal Kabupaten Tangerang Dipastikan Tetap Pulang

Konflik Timur Tengah, 264 Jemaah Umrah Asal Kabupaten Tangerang Dipastikan Tetap Pulang

Selasa, 3 Maret 2026 | 22:53

Kementrian Jemaah Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang memastikan, sebanyak 264 jamaah umrah yang berasal dari wilayahnya dapat pulang sesuai jadwal meski situasi di Timur Tengah tengah memanas, akibat perang

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill