Connect With Us

Politisi Tangerang Beda Pendapat Soal Sodetan Jokowi

Jangkar | Kamis, 23 Januari 2014 | 20:13

Cisadane Meluap (PMJ / TangerangNews)



TANGERANG-Politisi di Kabupaten Tangerang beda pendapat tentang rencana proyek yang diusulkan Gubernur Banten Jokowi.  Setidaknya, dua orang dari partai yang berbeda memiliki pandangan pun yang berbeda soal sodetan Ciliwung-Cisadane.
 
Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tangerang Mohammad Nawa Said Dimyati, proyek sodetan Ciliwung-Cisadane jangan asal langsung mendapat penolakan, karena proyek tersebut baru sekedar wacana saja. "Karenanya, terlalu dini bicara penolakan sodetan." Ujar Nawa, Kamis (23/01).

Menurut dia, yang terpenting dilakukan para kepala daerah dan instansi terkait wajib kerjasama dalam mengantisipasi banjir yang terjadi di kawasan Jabodetabek.

"Dalam penanggulangan banjir, kita harus bersama-sama memutuskannya.  Ini yang belum pernah dilakukan pemerintah DKI Jakarta. Mari bahas bersama-sama, " tandasnya.

Sedangkan Ketua Fraksi Golkar Ahmad Jaini dengan tegas menolak keras rencana pembangunan sodetan tersebut. "Buat saya, itu semua harga mati dan hukumnya wajib untuk menolak sodetan," kata anggota Komisi IV itu.
Dia mengaku, pihaknya sangat mendukung sikap Bupati Tangerang yang menolak saodetan tersebut. " Belum disodet sudah kebanjiran, apalagi disodet. Saya berprinsip, apa yang dilakukan Bupati Tangerang dengan menolaknya sudah tepat," tuturnya. 
BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

NASIONAL
Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

OPINI
Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30

Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill