Connect With Us

Pejabat Dishubkominfo Diduga Tipu CPNS

KOKO | Kamis, 8 Mei 2014 | 19:05

ilustrasi uang (istimewa / TangerangNews)


TANGERANG-Pejabat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Tangerang berinisial YR diduga melakukan penipuan terhadap salah seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Menurut pengakuan korban yang berinsial KM, peristiwa ini terjadi pada saat dia mau masuk test CPNS 2009 lalu. Untuk memuluskan agar bisa menjadi PNS, YR meminta uang sebesar Rp25 juta, dengan jaminan korban bisa lolos sebagai PNS.

"Janjinya sih katanya bisa diangkat PNS, dengan syarat bayar Rp 25 juta. Dan itu ada kwitansinya. Sekarang juga barang buktinya masih saya pegang," ujar KM, Kamis (8/5).

Namun, pada saat pengumuman, kata KM, dia tidak lolos. "Karena saya tidak lolos, saya menginginkan uang itu kembali. Janjinya sih mau dikembalikan, tapi sampai sekarang tidak dikembalikan juga," katanya.

Saat dikonfirmasi, YR mengaku sudah mempunyai itikad baik akan mengembalikan uang tersebut kepada KM, tapi kata YR uang tersebut ditolak.

"Sudah mau dikembalikan, tapi dia tidak mau menerima. Makanya, pusing saya," kata YR.

Dalam rencana memuluskan niat KM untuk menjadi PNS ini, kata YR, pihaknya minta bantuan GN alias WW, yang merupakan pejabat di lingkup Dinas Pendidikan Provinsi Banten. "Saya juga punya bukti perjanjiannya kok, makanya, taruhannya ini jabatan saya," pungkasnya.
 
HIBURAN
Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill