Connect With Us

Dokter Gigi yang jadi tersangka menduga ada kepentingan Pengembang

Rangga Agung Zuliansyah, Dena Perdana | Kamis, 26 November 2015 | 19:56

Seorang dokter gigi, Daniel Lucas Simon (DLS),62, mengaku dirinya malah menjadi tersangka atas tuduhan pemalsuan dokumen tanah dari tanah yang telah dibelinya di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang pada 1994 lalu. (Rangga A Zuliansyah / Tangerangnews)


TANGERANG-Merasa diperlakukan tak adil, seorang dokter gigi Daniel Lukas Simon (DLS) yang ditetapkan tersangka kasus pemalsuan AJB, akhirnya menggugat praperadilan Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Negeri Tigaraksa Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Sidang praperadilan itu sudah sampai pada agenda duplik, Kamis (26/11/2015). "Kami ajukan praperadilan dengan termohon Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Negeri Tigaraksa," kata kuasa hukum DLS, Reynold Thonak, hari ini.

Menurut Reynold, semua keterangan yang sebelumnya disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, tidak tepat. Adapun DLS disebut memalsukan AJB tanah seluas 40.058 meter persegi yang dikatakan Krishna sebagai milik Handoyo Setiawan.

Handoyo merupakan orang yang melaporkan dugaan pemalsuan AJB oleh DLS ke Polda Metro Jaya. Namun, jauh sebelum itu, DLS telah membawa perkara ini secara perdata dengan menggugat Mendiarto Prawiro dan Ancong Harjalukita hingga menang. Kedua orang itu disebut sebagai orang yang mengaku-ngaku punya hak atas tanah yang dibeli DLS secara girik dari  Eni pada tahun 1994.

Kliennya menduga, tanah tersebut saat ini sedang diinginkan pengembang besar, sehingga membuat sekenario dengan menyuruh orang mengakui memiki sertifikat tanah milik Eni hingga melaporkan DLS ke Polda Metro Jaya dengan tudingan menggunakan akta tanah palsu.


“Yang mengaku-ngaku punya sertifikat dan membeli tanah itu pasti di dibelakangnya ada pengembang besar. Jadi mereka cuma disuruh. Mereka ingin menguasai tanah klien kami,” jelasnya. Menurut Reynold, pihaknya akan membuka fakta itu dalam persiangan beriukutnya dengan  bukti adanya sekenario dalam sengketa tanah tersebut.

 

“Saya punya bukti rekamannya pasti saya akan beberkan di pengadilan,” tukasnya. Reynold mengatakan bahwa DLS merupakan dokter gigi yang sudah berkerja semala 40 tahun. Pengasilan satu hari mencapai Rp100 juta. Jadi menurutnya, tidak masuk akal juga DLS memalsukan AJB hanya untuk memiliki empat hektare tanah.

"Dia itu orang punya. Sekarang dituduh memalsukan dokumen, buat apa coba? Karena kasus ini juga, DLS tidak bekerja semala tiga bulan, lantaran berkonsentrasi memikirkan kasus.


AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

BANDARA
Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:31

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026

HIBURAN
Meriahkan Akhir Pekan, Ratusan Peserta Ramaikan Fun Run 3 Km di Paramount Petals Family Dash 2026

Meriahkan Akhir Pekan, Ratusan Peserta Ramaikan Fun Run 3 Km di Paramount Petals Family Dash 2026

Minggu, 15 Februari 2026 | 18:25

Ratusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti ajang olahraga keluarga bertajuk Paramount Petals Family Dash 2026 yang digelar di kawasan kota mandiri Paramount Petals Minggu, 15 Februari 2026,mulai pukul 06.00 WIB, pagi.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill