Connect With Us

Buruh Lebih Berpotensi Gabung Kelompok Radikal

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 26 November 2015 | 17:43

Sosialisme Holaqoh Kebangsaan untuk mewaspadai gerakan radikal dan terorisme (tangerangnews.com / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANG - Perekrutan anggota kelompok radikal di Indonesia tidak hanya menyasar kepada kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, juga kaum buruh, bahkan buruh dinilai lebih berpotensi bergabung dari pada kalangan lain.

"Pasalnya kalau pelajar memiliki waktu yang terbatas, pulang tidak tepat waktu saja dicari orang tua, tapi kalau buruh apalagi yang tinggal jauh dari keluarga, tidak terpantau sehingga jadi target perekrutan," kata Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan saat Halaqoh Kebangsaan di Gedung Community Center Pintu M1 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Kamis (26/11).

Dalam seminar bertema "Mewaspadai Gerakan Radikalisme dan Terorisme Kontemporer Bagi Karyawan dan Pekerja Formal", Ken menjelaskan dari 4000 kasus warga yang bergabung ke kelompok radikal yang dia tangani sejak tahun 2011, lebih didominasi buruh.

Begabungnya buruh ke kelompok radikal ini biasanya dikarenakan ketidakadilan yang dilakukan pihak perusahaan.

"Dia merasa perusahaan tidak memberikan hak-haknya dan perlu dilawan, lalu bertemu dengan anggota kelompok tersebut dan ternyata sepemahaman, akhirnya dicuci otaknya hingga bergabung dan melakukan tindakan terorisme," jelasnya.

Dijelaskan Ken, ciri-ciri orang yang bergabung ke dalam kelompok radikal biasanya sifatnya berubah menjadi pendiam, suka berbohong karena menyimpan rahasia yang hanya boleh diketahui kelompoknya. Untuk karyawan formal, kebanyakan mereka tiba-tiba keluar dari perusahaan tanpa alasan jelas.

"Salah satu kasusnya seorang karyawan perusahaan di Cikarang, sudah jadi karyawan tetap tapi malah keluar. Itu karena mereka harus mengumpulkan dana yang banyak, sehingga tidak ada waktu untuk bekerja, mereka harus fokus dalam negara barunya," tukasnya.

Karena itu, kata Ken, pihaknya memberikan pemahaman bahaya radikalisme tersebut kepada para karyawan, pasalnya mereka merupakan bagian dari masyarakat yang bisa saja terkena imbas pelaku radikalisme.

"Saya kebetulan pernah ikut kelompok radikal, saya merasa bersalah dan berdosa, setelah sadar, saya merasa bertanggung jawa untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak menjadi korban," tukasnya.

Sementara Dosen FISIP UNIS Hilman mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mencegahan aksi terorisme. Menurutnya, kasus terorisme merupakan permasalahan global yang bisa dilakukan pemerintah sendiri. "Harus ada tindakan juga dari kalangan akademis, organisasi, dan masyarakat," katanya.

Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Kota Tangerang dan Yayasan Abdi Bangsa ini diikuti oleh 150 peserta yang merupakan karyawan bandara maupun sekitarnya.

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

BANTEN
Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Rabu, 16 September 2026 | 19:11

Sinar Mas Land (SML) resmi menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill