Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANG-Teman Enno Parihah, 18, korban pembunuhan yang kemaluannya dimasukan pacul, saat di mess PT Polyta Global Mandiri, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, tidak pernah membawa laki-laki ke dalam kamarnya. Namun, mess khusus karyawati tersebut tidak dijaga petugas keamanan, sehingga siapa pun bisa masuk.
"Kalau ngeliat ada cowok sih enggak pernah. Paling kalau ada yang masuk ke sini karyawan pabrik juga. Tapi biasanya cuma renovasi mess. Kalau nongkrong-nongkrong enggak ada," kata Selfi, salah satu karyawati yang juga penghuni mess, Minggu (15/5/2016).
Selfi juga mengaku tidak begitu kenal korban. Hanya beberapa kali ngobrol bersama. Karena itu, dia tidak tahu korban punya masalah dengan siapa. "Enggak pernah ngobrol kayak gimana-gimana, cuma biasa saja, tapi emang korban sama IP dekat," katanya.
Menurutnya korban sekamar dengan dua temannya. Saat itu kedua temannya masuk malam, sehingga korban sendirian. Setelah adanya peristiwa pembunuhan tersebut, wanita asal Jawa Timur itu mengaku takut berada di pabrik.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPeringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews