Connect With Us

RSUD Balaraja Bantah Lakukan Malpraktik

Denny Bagus Irawan | Kamis, 1 September 2016 | 16:30

RSUD Balaraja. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang membantah telah melakukan dugaan kesalahan penanganan medis (malpraktik) kepada pasien Muhammad Memi  yang mengalami kebutaan pasca menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening.

“Itu disebabkan penyebaran tumor yang didetita pasien dan meminta pasien seharusya melakukan pemeriksaan berkelanjutan,” ujar Dirut RSUD Balaraja, dr Reniati, hari ini.


Pihak RSUD Balaraja  mengatakan, kebutaan yang dialami pasien merupakan dampak dari sebaran tumor dalam tubuhnya. Hal itu disebabkan  karena adanya penekanan jaringan syaraf dan bukan dari kesalahan pembedahan.  

Untuk itu pihaknya meminta pasien melanjutkan pemeriksaan CT scan untuk mengetahui penyebab kebutaan. “Jadi tidak ada sangkut pautnya antara kebutaan dengan operasi pada bagian leher,” tuntasnya.

Seperti diketahui, Muhamad Memi , warga Kampung Pekong, Kecamatan Balaraja,  Kabupaten Tangerang  kini hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Karena kedua matanya tidak dapat lagi melihat atau mengalami kebutaan pasca operasi kelenjar betah bening di RSUD Balaraja.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BISNIS
Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:31

International Media Support (IMS) dari Denmark bersama Suara.com menggelar Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, 22-23 Oktober 2026.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill