Connect With Us

Summarecon Serpong Bangun Pengolahan Biomassa Hidrotermal Pertama di Indonesia

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 5 Oktober 2016 | 17:35

Mesin pengolah sampah dengan sistem hidrotermal pertama di Indonesia telah beroperasi di Kampung Carang Pulang, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/10/2016) (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 

TANGERANGNews.com-Mesin pengolah sampah dengan sistem hidrotermal pertama di Indonesia telah beroperasi di Kampung Carang Pulang, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/10/2016)

Alat yang dibangun oleh pengembang Summarecon Serpong yang bekerja sama dengan PT Shinko Teknik Indonesia di atas tanah seluas 5000 meter persegi ini mampu mengolah sampah menjadi biomassa yang dapat digunakan menjadi bahan bakar pengganti batu bara, namun lebih ramah lingkungan.

President Director Summarecon Adrianto P Adhi mengatakan, pembangunan Pengolaah Biomassa yang teknologinya diadopsi dari Jepang ini merupakan salah satu langkah untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah.

“Selama ini, Summarecon telah menjalankan berbagai program ramah lingkungan, seperti pengolahan air dan pemanfaatan kembali air limbah dengan teknologi waste water treatment, menyediakan ruang terbuka hijau di berbagai kawasan, pembuatan lubang biopori dan kampanye daur ulang sapmah warga,” katanya dalam peresmian KSO Pengolahan Biomassa.

Adrianto menjelaskan, teknologi Hidrotermal Treatmen adalah teknologi yang sedang berkembang pada pengolahan sampah dengan karakteristik tercampur yang dikembangkan PT Shinko Teknik Indonesia. Sistem pengolahan Hidrotermal ini menggunakans ebuah reactor yang dimasukkan uap bertenganan tinggi sehingga semua jenis sampah yang tercampur diolah menjadi biomassa yang berbentuk seperti bubur.

“Setelah diperoses, produk yang dihasilkan akan dikeringkan di bawah matahari selama 2-4 hari. Kemudian produk ini dapat digunakan menjadi bahan bakar aternatif, kalori yang dihasilkan cukup tinggi sehingga dapat memback up prosesnya sendiri dengan menggunakan produk tersebut,” katanya.

Executive Director Summarecon Serpong Magdalena Yuliati mengatakan, nilai total investasi untuk pengolahan biomassa ini sekitar Rp50 miliar, dimana sekitar Rp 10-20 miliar untuk peralatannya, sedangkan sisanya untuk infrastruktur.

“Proses pembangunan dan pengembangan alat ini sampai beroperasi memakan waktu hingga tiga tahun. Prosesnya tidak mudah. Namun sebagai pihak swasta, kami ingin mencari teknologi proses sampah yang bagus dan tidak ingin membenani pemerintah,” katanya.

Untuk saat ini, pengolahan biomassa ini hanya digunakan untuk sampah di kawasan pengembangan Summarecon Serpong. Adapun sampah yang diolah untuk kawasan tersebut sekitar 25 ton per hari.

 

 

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

TANGSEL
Oknum Guru Tersangka Pelecehan Siswi Dinonaktifkan, Sekolah ICM Serpong Perketat Pengawasan

Oknum Guru Tersangka Pelecehan Siswi Dinonaktifkan, Sekolah ICM Serpong Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 | 20:40

Pihak Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengambil langkah tegas terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi yang melibatkan salah satu oknum tenaga pengajarnya berinisial NA, 49.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill