Connect With Us

Pura-pura Nangis di Pinggir Jalan, Wanita Ini Ternyata Begal

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 18 Desember 2016 | 17:00

M alias Mai, 27, warga Kampung Kosa, Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, anggota kompolat begal. (Tangerangnews.com / Rangga)

TANGERANGNews.com-Komplotan begal di Kabupaten Tangerang memanfaatkan seorang wanita cantik untuk menjebak korbannya. Pelaku adalah, M alias Mai, 27, warga Kampung Kosa, Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak. Dalam aksinya, Mai berpura-pura menangis di pinggir jalan agar diberi tumpangan pulang.

 

Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji mengatakan, peristiwa pembegalan itu terjadi pada Senin (12/12/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Ketika itu korban Nurjen, 23, warga Kampung Panongan, RT 01/01, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang tengah melintas di Kampung Panyembir dengan mengendarai Honda Beat warna merah nopol B-6341-GJX.

 

“Lalu dia melihat tersangka Mai sedang menangis sendiri di pinggir jalan. Dia pun menawarkan diri untuk mengantar pulang tersangka. Akhirnya tersangka menaiki motor korban,” katanya.

 

Saat melintas di tempat sepi, Mei sengaja menjatuhkan tasnya dan meminta korban menghentikan sepeda motor untuk mengambil tas. Namun ketika berhenti, tiba-tiba datang dua pelaku lain, AL alias Boki, 31, dan ED alias Tato, 22, yang sudah membuntutinya.

 

“Kedua pelaku langsung menghampiri korban sambil menodongkan pisau ke lehernya. Kemudian merampas motor yang dikendarai korban dan meninggalkannya di TKP,” katanya.

 

Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Panongan. Team Opsnal Reskrim pimpinan Kanit Reskrim Ipda Eddy Sumantri yang telah melakukan penyelidikan dan mengetahui ciri-ciri para pelaku, segera melakukan penangkapan.

 

“Pelaku pertama yang berhasil ditangkap yakni Mai di Mall Eco Plaza, pada Kamis (15/12/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. Darinya, petugas mengamankan tas tangan yang digunakannya untuk melakukan pembegalan,” ujar Trisno.

 

Kemudian petugas melakukan pengembangan ke kontrakan tersangka Bokir di Kecamatan Cipondoh, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (16/12/2016). Saat hendak ditangkap, tersangka sempat mencoba kabur melalui plafon rumah. Namun melihat warga setempat mengepung rumahnya, pelaku kembali masuk ke rumah.

 

“Pelaku juga sempat berusaha merampas senpi Kanit Reskrim sehingga dilakukan tindakan tegas tepat terukur dengan menembak kaki pelaku. Dari rumah pelaku diamankan sepeda motor hasil curian,” tukas Trisno.

 

Sementara tersangka ketiga, ED alias Tato, ditangkap di daerah Kampung Candu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Saat hendak ditangkap, pelaku juga sempat melawan petugas. Dia pun ditembak di bagian betisnya.

 

“Dari tangan Tato disita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Xeon dan satu bilah pisau yang digunakan para pelaku dalam aksinya. Selanjutnya ketiga tersangka dan barang bukti di amankan ke polsek Panongan,” paparnya.

BANTEN
Mulai Dibangun, DPD RI Banten Bakal Punya Kantor Baru Senilai Rp10 Miliar

Mulai Dibangun, DPD RI Banten Bakal Punya Kantor Baru Senilai Rp10 Miliar

Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:14

Pembangunan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Banten mulai berlangsung di Kota Serang, Rabu, 5 Agustus 2026.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:00

Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), merancang sepatu berbahan dasar karet yang memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, serta ramah di kantong.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill