Warga Keranggan Tangsel Kekeringan, Pemkot Salurkan 4.000 Liter Air Bersih
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:11
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TANGERANGNEWS.com-Salah satu pelaku perampasan modus kempes ban dikeroyok massa setelah gagal melakuan aksinya di Jalan Raya Legok, Kampung Anggris, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/4/2017). Sebab, saat dia masuk ke dalam mobil ketahuan istri korban.
Berdasarkan informasi, pelaku yang belum diketahui identitasnya ini beraksi bersama tiga rekannya menggunakan sepeda motor sekitar pukul 11.16 WIB. Diduga aksi mereka sudah terencana. Mereka terlebih dahulu menggembosi ban mobil milik korban yang sudah menjadi target.
Saat pemilik mobil keluar untuk menambal ban di sisi Jalan Raya Legok. Para pelaku langsung beraksi untuk mencuri barang-barang yang ada di dalam mobil. Namun ternyata di dalam mobil ada istri korban. Dia pun berteriak saat tasnya hendak dirampas. “Sempat terjadi tarik-tarikan tas antara korban dengan pelaku,” kata saksi, Kumkum.
Warga sekitar yang melihat aksi pencurian itu langsung berusaha menangkap pelaku. Tiga pelaku berhasil kabur dari kejaran warga, sedangkan salah satunya tertangkap. Pelaku langsung dikeroyok dan ditelanjangi oleh warga yang emosi.
“Pelaku ngakunya anak Curug. Sama warga dibawa ke Polsek Kelapa Dua,” jelas Kumkum. Kapolsek Kelapa Dua Kompol Endang Sukmawijaya membenarkan adanya aksi pelaku perampasan yang ditangkap warga tersebut. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek dan tengah dalam pemeriksaan.
“Kita belum tahu data dan kronologisnya, masih diperiksa,” ujarnya.
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TODAY TAGPengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews