Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Aktivitas galian tanah di Desa Cikuya dan Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, sejak berlangsungnya galian tanah tersebut, akses jalan raya Cisoka - Adiyasa pun menjadi kotor akibat tanah merah tercecer.
Tanah tersebut kemudian menjadi debu seiring dengan hilir mudiknya dump truk di lokasi tersebut.
Salah seorang warga setempat, Tisna, 25, pun berharap, aktivitas galian itu diperiksa oleh dinas terkait di Pemkab Tangerang. Karena dirinya merasa dirugikan. Tanah yang tercecer tersebut memicu warga terserang penyakit ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan Atas) saat kemarau, juga membuat jalan menjadi licin saat diguyur hujan. Akibatnya rentan terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Kami minta agara pihak aparatur Kecamatan Solear dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera menertibkan galian tanah karena akan menimbulkan penyakit pernafasan, dan membuat jalan menjadi kotor," katanya.
Selain memicu sakit pernafasan, lanjut Tisna, akses jalan beton Adiyasa - Cisoka saat ini kondisinya sudah bagus, jika dilintasi truk-truk bertonase bera dikhawatirkan akan kembali rusak, terlebih Jalan Desa setempat.
"Jalan baru selesai dibangun malah dilintasi truk-truk bertonase berat. Saya khawatir akan kembali rusak. Kan anggaran APBD yang digunakan untuk pembangunan jalan akan terbuang begitu saja," keluhnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Camat Solear Samsu belum bisa dikonfirmasi.(RMI/HRU)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews