Connect With Us

Perampok 212 Mart di Kelapa Dua Sudah 9 Kali Beraksi

Mohamad Romli | Selasa, 9 Oktober 2018 | 08:22

Tersangka Ranandar, 23, pelaku perampokan minimarket 212 di Kelapa Dua berhasil diamankan pihak Kepolisian Tangsel di Jalan Mataram XIV, Kelurahan Bencongan. (TangerangNews.com/2018 / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Tim Vipers Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang berhasil membekuk satu dari dua pelaku perampokan minimarket 212 Mart di Jalan Pajajaran Raya, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (4/10/2018) malam lalu.

Pelaku dibekuk di Jalan Mataram XIV, Kelurahan Bencongan, Kelapa Dua, Jumat (5/10/2018), atau selang beberapa jam setelah aksi perampokan yang menggunakan celurit dan senjata api mainan berupa korek api.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fredy Irawan mengungkapkan, pelaku yang berhasil dibekuk yaitu Ranandar alias Kandar, 23, warga perumahan Regenci II, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Pelaku, kata Kapolres, telah melakukan perampokan sebanyak 9 kali, di berbagai lokasi di Tangerang.

“Setelah kita kembangkan dan kita introgasi dari yang bersangkutan mereka (pelaku) sedikitnya telah melakukan 9 kali tindak pidana yang sama yaitu modusnya pencurian dengan kekerasan. Diantara tindak pidana itu, kedua pelaku ini pernah merampok di toko Handphone, penjambretan Handphone, dan terakhir perampokan di minimarket,” beber Kapolres, Senin (8/10/2018).

Dijelaskan Kapolres, pelaku yang bernama Ranandar, 23,  sempat menunjukan beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang pernah dirampok pelaku. Atas dasar itu pihak kepolisian menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Pelaku juga kami kenakan tambahan Junto Pasal 64 perbuatan berlanjut, karena pelaku ini sudah berulang kali melakukan perbuatannya," kata Fredy.

9 lokasi kejahatan pelaku bersama satu lain berinsial GJ yang masih buron yaitu di wilayah Bitung, Rajeg, Pasar Kemis, Kotabumi, Jatiuwung, Sangiang, Cimone, Kedaton dan Kelapa Dua.

Kapolres menuturkan, motif dari para pelaku melakukan perampokan tersebut adalah karena masalah ekonomi. Pasalnya kedua pelaku Kandar dan GJ ini tidak memiliki pekerjaan  tetap atau pengangguran.

“Mereka karena desakan ekonomi, dia (pelaku) berdua tidak memiliki pekerjaan tetap. Selain itu mereka berdua juga mengambil beberapa sembako untuk menutupi kebutuhan mereka, terbukti dari hasil kejahatan yang telah kami sita yakni diantaranya bermacam makanan ringan dan minuman serta minyak goreng dan juga sembako tentunya,” tandasnya.(RAZ/HRU)

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

NASIONAL
Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05

Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.

TANGSEL
Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:16

Berulangnya insiden perundungan yang menimpa pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keprihatinan serius dari jajaran DPR RI.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill