PLN Surplus Listrik 3.725 MW, Pemprov Banten Optimistis Bisa Tarik Minat Investor
Jumat, 31 Juli 2026 | 10:13
Ketersediaan pasokan listrik yang melimpah menjadi salah satu modal utama Provinsi Banten dalam menarik investasi baru.
TANGERANGNEWS.com-Camat Sukamulya, Bambang Misbahudin mengatakan, masih terdapat banyak jalan rusak dan sempit yang di Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut membuat Kecamatan tersebut sulit mengembangkan diri terutama dalam segi ekonomi.
"Jalan utama itu dari Balaraja kesini, di Pasar ceplak jembatannya kecil sehingga sering macet total," ujar Bambang, Kamis (28/2/2019).
Akibat hambatan infrastruktur tersebut, Bambang menyebut Kecamatan Sukamulya sulit maju terutama dalam segi ekonomi lantaran akses yang terhambat.
"Untuk infrastruktur dari anggaran dana desa, di desa berjalan lancar. Jalan lingkungan, jalan poros desa sangat bagus. Jalan ke desa sudah bagus, tinggal sedikit saja. Tapi jalan utama ini yang menghambat," ujarnya.
Selain jalan, maraknya pedagang kaki lima yang berjejer di akses menuju Kecamatan Sukamulya pun dianggapnya menjadi salah satu penyebab kemacetan.
"Kita sudah sampaikan ke Bupati, jalan harus dilebarkan lima meter sampai ke krese kalau Sukamulya ini pengen maju. Pasar ceplak menuju Kronjo ada banyak taman, tapi malah diisi pedagang kaki lima sehingga macet, kalau bisa itu dilebarin aja menjadi jalan," ujarnya.
Ia pun berharap, pemerintah Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dapat melihat usulan yang telah ia berikan. Pasalnya, sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut.
"Banyak masyarakat yang mengeluh ke saya perihal akses tersebut, karena jalan tersebut wewenang Pemkab, saya hanya bisa mengusulkan," tandasnya.(MRI/RGI)
TODAY TAGKetersediaan pasokan listrik yang melimpah menjadi salah satu modal utama Provinsi Banten dalam menarik investasi baru.
Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews