Connect With Us

Dua Wartawan Tangerang Diintimidasi Preman

| Kamis, 8 Juli 2010 | 19:17

Jurnalisme (tangerangnews / dens)


TANGERANGNEWS-Dua wartawan Tangerang mendapat perlakuan kekerasan oleh sejumlah preman ketika sedang melakukan peliputan tentang pencemaran air dan udara di Desa Kadu, RT 04/01, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/7) siang. Keduanya adalah Darussalam dari Global TV Mas’ud Ibnu Syamsuri dari Indosiar.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada saat keduanya bersama teman-teman wartawan lain sedang meliput berita tentang pencemaran air dan udara di Desa Kadu akibat limbah dari pabrik kimia yang ada di sekitar rumah warga. Kemudian, sesaat setelah selesai mewawancarai warga sekitar, tiba-tiba ada tujuh orang preman yang menghampiri mereka ingin merampas kamera.
“Awalnya hanya ada tiga orang preman lalu disusul dengan temannya menjadi tujuh preman, mereka mengintimidasi kami dan berusaha merampas kamera kami,” ungkap Darus, saat dihubungi Kamis (8/7).

Darus menambahkan, ada indikasi bahwasanya preman-preman tersebut adalah orang suruhan pabrik tersebut. “Saya curiga orang-orang tersebut adalah orang suruhan, karena para preman tersebut berteriak ‘JANGAN BERANI-BERANINYA LO GANGGU INSTANSI GW!!’,” kata Darus.
Akibat dari kejadian itu, kamera wartawan Indosiar dirampas oleh para preman tersebut. “Saya beruntung kamera saya tidak dirampas, hanya saja pada saat itu kami di intimidasi dan bdan kami di dorong-dorong dengan keras,” kata Darus.

Menurut Darus saat ini kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestro Kabupaten Tangerang dengan nomor surat laporan LP/2584/K/VII/2010/Restro Tangerang Kabupaten. “Saat ini teman saya yang dari Indosiar sedang dimintai keterangan untuk BAP (Berita Acara Pemeriksaan) mengenai kejadian tersebut,” tambah Darus.

Namun, dirinya juga merasa kecewa karena pihak penyidik di kepolisian tidak menggunakan UU Pokok Pers dalam laporannya, tapi hanyalah laporan perbuatan tidak menyenangkan karena ternyata UU Pokok Pers adalah UU khusus yang akan kalah fungsinya dengan sendirinya bila bertabrakandengan UU umum.

Darus mengaku dirinya sudah mendapat panggilan dari Dewan Pers untuk membahas permasalahan ini. “Saya hari ini dipanggil Dewan Pers hari ini jam tiga sore untuk membahas kasus ini,” kata Darus.(rangga) 
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis

Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis

Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57

Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill