Connect With Us

Terpleset ke Sungai Cimanceuri, Remaja di Sukamulya Tewas

Maya Sahurina | Jumat, 20 Desember 2019 | 10:19

Warga beserta petugas kepolisian dari Polsek Balaraja saat melakukan olah tempat kejadian perkara tenggelamnya Ridho di Sukamulya. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Seorang remaja menghembuskan nafas terakhirnya di Sungai Cimanceuri, Kampung Wadas, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya.

Peristiwa nahas itu terjadi Kamis (19/12/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Balaraja AKP Febby Ariyanto mengatakan, korban adalah Ridho, remaja berusia 16 tahun.

"Korban bersama dua temannya mau mengambil lalapan di kebun untuk makan liwet di seberang Sungai Cimanceuri. Korban terpleset, kemudian tercebur ke sungai," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi TangerangNews, Jumat (20/12/2019).

BACA JUGA:

Korban diduga tidak bisa berenang, sehingga tenggelam. Dua rekan korban kemudian meminta pertolongan kepada warga di sekitar.

"Korban kemudian berusaha diselamatkan oleh seorang ustaz pesantren setempat, tapi saat diangkat ke daratan, sudah meninggal dunia," bebernya.

Informasi yang dihimpun, korban adalah pelajar di SMAN 2 Balaraja. Kata Febby, pihak keluarga tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban, sehingga korban langsung dibawa ke rumah duka.

"Keluarga korban telah menerima peristiwa itu sebagai takdir, sehingga tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Langsung dibawa ke rumah duka," pungkasnya.(MRI/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill