103 Rumah di Solear Tangerang Rusak Dihantam Puting Beliung
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:10
Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.
TANGERANGNEWS.com-Ziarah kubur bukanlah hal yang baru di kalangan umat Islam, karena ziarah makam ini sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi.
Ziarah kubur mengandung kepercayaan bahwa orang yang telah meninggal dunia merasa senang dan mendapatkan pahala dari amalan-amalan peziarah.
Tahukah anda, di wilayah Tigaraksa Kabupaten Tangerang juga terdapat makam kramat. Lokasinya di Kampung Mampelem, Kecamatan Tigaraksa.
"Ya benar di sini terdapat makam Ki Mas Laeng dan Ki Seteng. Kalau datang kesini kemarin, saat malam Jumat. Sore gini sudah ramai," ujar Asep salah satu warga yang juga pengurus makam kramat itu.
Sedangkan pada hari lain, biasanya hari besar tertentu seperti hari besar Islam, pun ramai didatangi oleh para peziarah.

"Bahkan dari berbagai macam daerah mulai dari Banten sampai luar Pulau Jawa," jelasnya.
Para peziarah yang datang ke makam kramat itu datang untuk mengharapkan manfaat.
"Ponakan saya kemarin dari sini juga sekarang Alhamdulillah, cita-citanya sudah terwujud," terang Udin selaku Ketua RT setempat.
Adapun tujuan disyariatkannya kembali ziarah kubur adalah untuk mengingatkan peziarah bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal dan mengingatkan kepada hari akhir. (RED/RAC)
Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.
TODAY TAGKomisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Argumentasi yang dibangun oleh Khikmawanto mengenai urgensi pembuatan "Kandang Setan" di Kota Tangerang memang terdengar seperti sebuah kejujuran yang menyentak di tengah kelesuan moralitas publik.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews